Ilustrasi Gedung KPK (Istimewa/dkn.go.id)
Selasa, 25 Februari 2014 12:45 WIB JIBI/Solopos/Antara Hukum Share :

KASUS ANAS
Pemimpin Yayasan Ali Maksum Krapyak Diperiksa KPK

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mertua mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yaitu Kyai Haji Atabik Ali, dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang dan proyek-proyek lain.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU [Anas Urbaningrum],” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa.

KH Atabik Ali adalah ayah dari istri Anas, Athiyyah Laila. KH Atabik Ali adalah anak dari KH Ali Maksum bin Ahmad, ulama yang dikenal sebagai orang yang memulai pesantren Al-Quran di Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta. Pesantren tersebut kemudian menjadi badan hukum dengan nama Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang dipimpin oleh KH Atabik Ali.

Anas sudah ditahan KPK sejak 10 Januari 2014, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2012 berdasarkan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur pidana bagi penyelenggara negara yang menerima suap atau gratifikasi dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4-20 tahun serta denda Rp200 juta-Rp1 miliar.

Dalam surat dakwaan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hambalang, Deddy Kusdinar, Anas disebutkan menerima Rp2,21 miliar dari proyek Hambalang. Uang itu dipakai untuk membantu pencalonannya sebagai ketua umum dalam kongres Partai Demokrat 2010 yang diberikan secara bertahap pada 19 April 2010 hingga 6 Desember 2010.

Uang itu diserahkan ke Anas digunakan untuk keperluan kongres Partai Demokrat, antara lain membayar hotel, membeli Blackberry beserta kartunya, dan sewa mobil bagi peserta kongres yang mendukung Anas. Selain itu ada juga jamuan serta hiburan.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…