Ilustrasi presensi kehadiran (Dok/JIBI/Harian Jogja) Ilustrasi presensi kehadiran (Dok/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 25 Februari 2014 06:45 WIB Taufiq Sidik/JIBI/Solopos Sragen Share :

Belasan Anggota DPRD Sragen Bolos Paripurna

Solopos.com, SRAGEN – Belasan anggota legislatif diketahui tak menghadiri rapat paripurna DPRD yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Senin (24/2/2014). Sidang mengagendakan penjelasan bupati terhadap empat rancangan peraturan daerah (raperda) serta laporan hasil reses anggota DPRD masa sidang III, 2013.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, deretan kursi untuk anggota DPRD terlihat kosong. Setidaknya, terdapat 20an kursi kosong. Tak hanya itu, dua kursi pimpinan yang semestinya diisi oleh Wakil Ketua DPRD, Joko Saptono serta Bambang Widjo Purwanto juga tampak kosong.

Sementara, berdasarkan daftar hadir, terdapat 30 anggota dewan yang bertandatangan. Sebanyak 15 anggota lainnya didapati tak mengisi daftar hadir.

Ketua DPRD Sragen, Sugiyamto, menjelaskan sejumlah anggota dewan yang sebelumnya menghadiri sidang paripurna meninggalkan ruang sidang lantaran harus menerima tamu pada saat bersamaan.

“Anggota Komisi II menerima tamu dari Paguyuban Pasar Kota di gedung serba guna,” urai dia saat ditemui wartawan seusai paripurna.

Terkait 15 anggota dewan yang tak mengisi daftar hadir, Sugiyamto mengaku tak tahu menahu alasan belasan anggota dewan itu bolos sidang paripurna.

“Yang tanda tangan ada 30 orang. Itu sudah bagus. Soal mereka tidak hadir, saya tidak mendapat laporan. Tidak ada yang pamit kepada saya,” katanya.

Pihaknya menegaskan setiap digelar sidang paripurna, sekretariat pasti melayangkan surat undangan. “Undangan pasti ada. Kalau yang tidak hadir ya orang-orang itu saja,” urai dia.

Disinggung soal rapat paripurna, Senin, Sugiyamto menjelaskan rapat membahas Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sragen, Raperda tentang Tempat Hiburan dan Karaoke, Raperda tentang Pedagang Kaki Lima serta Raperda Tentang Pengelolaan Mineral bukan Logam dan Batuan.

“Untuk Raperda Rencana Detail Tata Ruang tadi dicabut kembali oleh pemkab karena belum siap,” ungkapnya.

Dikonfirmasi ihwal ketidakhadiran dalam rapat paripurna, Joko Saptono dan Bambang Widjo Purwanto menegaskan mereka mendapat tugas untuk beraudiensi dengan Paguyuban Pedagang Pasar Kota. “Saya tadi hadir di paripurna. Setelah kuorum, saya ke Ruang Serbaguna untuk audiensi dengan pedagang pasar bersama Komisi II. Jadi, kami bagi-bagi tugas. Tadi saya juga mengisi daftar hadir,” ujar Bambang saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Sementara itu, sejumlah anggota dewan yang tak hadir di ruang paripurna serta tak mengisi daftar hadir saat beberapa kali dihubungi Solopos.com melalui nomor ponsel mereka tak ada respons.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…