Masjid Raya Klaten (ilustrasi/JIBI/SOLOPOS/dok) Masjid Raya Klaten (ilustrasi/JIBI/SOLOPOS/dok)
Jumat, 21 Februari 2014 14:58 WIB Ayu Abriyani KP/JIBI/Solopos Klaten Share :

PEMBANGUNAN MASJID AGUNG KLATEN
Tak Penuhi Target, Rekanan Pembangunan Masjid Agung Diputus Kontrak

Solopos.com, KLATEN--Rekanan pembangunan Masjid Agung Klaten diputus kontrak oleh Pemkab Klaten karena tidak memenuhi target waktu tambahan selama 50 hari. Pemutusan kontrak oleh Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) itu dilakukan Selasa (18/2/2014).

Kepala DPU Klaten, Tajudin Akbar, mengatakan pemutusan kontrak itu karena rekanan tidak bisa memenuhi target untuk waktu tambahan pembangunan selama 50 hari mulai akhir Desember 2013 hingga Senin (17/2).

“Dari waktu tambahan yang kami berikan untuk pihak rekanan selama 50 hari, ternyata mereka tidak bisa memenuhinya sehingga kami memutus kontrak kerja sama. Dan pemutusan kontrak itu sudah ada dalam kesepakatan sebelumnya dengan pihak rekanan,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/2/2014).

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya DPU Klaten, Ahmad Wahyudi, mengatakan batas waktu penyelesaian pembangunan Masjid Agung tahap kedua sebenarnya hingga akhir Desember 2013. Tapi, rekanan tidak dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan dari waktu yang telah ditargetkan tersebut sehingga mereka mengajukan perpanjangan waktu.

“Dari target pembangunan pada akhir Desember 2013, pihak rekanan tidak bisa menyelesaikannya sehingga meminta tambahan waktu. Kami kemudian memberi perpanjangan hingga 50 hari. Tapi kenyataannya, rekanan masih tidak bisa menyelesaikan pembangunannya,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat.

Saat perpanjangan, pihaknya sudah berupaya mengoptimalkan pengawasan dan meminta pihak rekanan melakukan berbagai upaya. Di antaranya menambah jumlah pekerja, memberlakukan kerja lembur, sampai menambah alat berat untuk mempercepat pembangunan.

“Walaupun sudah maksimal, ternyata kondisi di lapangan berbeda dari yang diperkirakan. Apalagi, pengerjaan Masjid Agung tahap kedua ini sangat rumit dan detail sehingga rekanan kehabisan waktu. Salah satu penyebabnya yakni banyak ornamen Masjid Agung yang harus dibuat di luar Klaten untuk mendapat kualitas yang baik. Ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit,” tuturnya.

Selain pemutusan kontrak, Ahmad juga menyatakan pihak rekanan tetap berkewajiban membayar denda sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya. Sedangkan Pemkab hanya membayar sesuai hasil pengerjaan dari rekanan dan sisa dari nilai kontrak akan dikembalikan ke kas daerah.

“Dari perhitungan yang kami lakukan dari sisa kontrak yang belum dikerjakan, rekanan akan didenda sekitar Rp145 juta. Sedangkan kelanjutan pembangunan Masjid Agung, kami masih menunggu kajian BPK [Badan Pemeriksan Keuangan] yang didampingi MK [manajemen konstruksi],” imbuhnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. KEBAKKRAMAT ELANG PERKASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…