News
Jumat, 21 Februari 2014 - 13:42 WIB

KABUT ASAP : Walah, Sudah 4 Daerah di Riau Dinyatakan Darurat Asap

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi kabut asap Riau (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, PEKANBARU–Sebanyak empat kabupaten dan kota di Provinsi Riau dinyatakan berstatus Darurat Bencana Asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi secara masif dan cenderung sulit dikendalikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Said Saqlul Amri mengatakan saat ini, sudah empat kepala daerah di empat kabupaten dan kota di Riau yang menyatakan status Darurat Bencana Asap.

Advertisement

“Status Darurat berada di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Kota Dumai, dan Kabupaten Kepulauan Meranti,” katanya seperti dikutip Antara, Jumat (21/2/2014).

Penetapan status darurat itu karena kebakaran lahan dan hutan terjadi secara masif dan cenderung sulit dikendalikan karena kendala faktor cuaca kering, hembusan angin utara, hingga kurangnya sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Kondisi pencemaran udara dan jumlah warga terserang penyakit akibat asap juga menjadi pertimbangan. Dia mengatakan pantauan terakhir terhadap titik panas Satelit NOAA 18 pada Kamis petang (20/2/2014) menunjukan ada 88 titik di Riau dan 111 titik di Pulau Sumatera.

Advertisement

Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis mencapai 23 titik, kemudian Kota Dumai (18), Kabupaten Siak (15), Pelalawan (10), Rokan Hilir (8), Kepulauan Meranti (1), Indragiri Hulu (5), Indragiri Hilir (5) dan Kampar (3).

Menurut dia, upaya pemadaman kebakaran masih terus dilakukan dengan pemerintah setempat sebagai garda terdepan bersama TNI-Polri, Tim Manggala Agni, dan masyarakat setempat.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menyatakan pihaknya terkendala dalam proses pemadaman dan meminta adanya upaya hujan buatan kepada Pemprov Riau.

Advertisement

Kebakaran di sejumlah daerah masih sulit ditanggulangi karena lokasi yang terpencil. Seperti di Kabupaten Pelalawan, lokasi kebakaran banyak terdapat di Kecamatan Teluk Meranti yang lokasi jauh dan minim akses transportasi.

Pemerintah memperkirakan luas kebakaran lahan dan hutan Riau hingga kini diperkirakan mencapai sekitar 6.000 hektare. Sementara itu, jumlah warga yang sakit akibat asap mencapai lebih dari 15.000 orang.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif