DAMPAK LETUSAN KELUD
Sehari Kota Solo Lumpuh

Keraton Surakarta Hadiningrat tertutup debu vulkanikIlustrasi hujan abu vulkanis Gunung Kelud di Solo (Ardhiansyah IK/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLOSebagian aktivitas ekonomi dan pendidikan di Kota Solo lumpuh setelah diterjang hujan abu erupsi Gunung Kelud. Pekatnya abu yang menyelimuti Kota Bengawan membuat sejumlah kalangan mengurungkan aktivitasnya.

Pantauan Solopos.com, Jumat (14/2/2014), deretan usaha perbankan maupun pertokoan di Jl. Slamet Riyadi rata-rata tiarap. Hanya ada beberapa bank maupun toko yang masih nekat membuka usahanya. Sedangkan usaha rumah makan di jalan protokol itu hampir seluruhnya tidak beroperasi.

Kondisi serupa merembet di pusat pertokoan wilayah Nonongan dan Jl. Sutan Syahrir. Di dua lokasi itu, hampir 90% jasa perdagangan menutup usahanya. Para pengusaha tampaknya enggan mengambil risiko dengan debu setebal 5 sentimeter yang bertebaran di jalanan. Salah satu pelayanan publik yang ada di Jl. Sutan Syahrir, Pegadaian, pun meliburkan karyawannya.

Efek abu vulkanik juga menghantam ekonomi mikro seperti pasar tradisional. Dua pasar utama di Solo yakni Pasar Gede dan Pasar Klewer lumpuh. Mayoritas kios memilih tutup demi melindungi dagangannya.

“Kota Solo lumpuh. Pergerakan ekonomi sejak pagi sampai siang ini tidak maksimal. Pasar tradisional juga banyak yang tutup,” ujar Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, saat ditemui wartawan di sela meninjau dampak abu vulkanik di Jl. Slamet Riyadi.

Menurut Rudy, lumpuhnya sejumlah sendi perekonomian tersebut tak bisa dihindari. Namun, dia memprediksi hal itu belum menimbulkan goncangan ekonomi yang kuat lantaran baru dialami sehari.

Sementara ini, pihaknya sebatas membersihkan jalanan dari sisa debu untuk menjaga keamanan lalu lintas. “Kalau sudah sepekan baru kami harus mencari solusi yang lain.”

Di sisi lain, Rudy terpaksa meliburkan institusi pendidikan di Solo selama dua hari terhitung Jumat. Pihaknya sudah memberikan surat edaran (SE) kepada 450 sekolah agar kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan. “Solo sedang tanggap bencana. Anak-anak biar belajar di rumah dulu,” tuturnya.

Macetnya pelayanan di sektor ekonomi dan pendidikan tak lantas diikuti sektor pemerintahan. Pantauan Espos, pelayanan publik di Balai Kota seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu tetap berjalan seperti biasa. Hal serupa juga ditemui di pelayanan kelurahan.

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga »