Persepam Madura United. DokJIBI/Solopos/Antara
Jumat, 14 Februari 2014 15:58 WIB JIBI/SOLOPOS/Newswire Indonesia Share :

ISL 2014
Diterjang Abu Vulkanik, Persepam Kontra Persebaya Ditunda

Solopos.com, BANGKALAN –Letusan Gunung Kelud yang mengakibatkan hujan abu vulkanik di wilayah Bangkalan mengakibatkan laga Indonesia Super League (ISL) 2014 antara Persepam Madura United kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (14/2/2014) sore WIB, ditunda.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persepam MU, M. Syafi’i, usai rapat dengan perwakilan kedua tim dan panitia pertandingan, mengatakan penundaan pertandingan ini murni force majeur dan disepakati oleh kedua kubu serta pengawas pertandingan.

“Sebelumnya kami sudah mendapatkan imbauan dari Dinas Kesehatan Bangkalan untuk menggunakan masker terkait turunnya abu vulkanik dari Gunung Kelud, karena cukup membahayakan,” ucap, M. Syafi’i, seperti dilansir Antara, Jumat.

Menurut ia, abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud (1731 mdpl) di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang yang terjadi pada Kamis (13/2/2014) malam, sudah sampai di wilayah Bangkalan pada Jumat dini hari dan menimpa ruas lapangan Stadion Gelora Bangkalan.

Selain Bangkalan yang lokasinya lebih dekat dengan Surabaya, abu vulkanik yang terbawa hembusan angin cukup jauh hingga ke wilayah Kabupaten Sampang dan Pamekasan.

Sebelum memutuskan penundaan laga, panpel Persepam MU mengundang Pengawas Pertandingan Purwidyastanto, kubu Persebaya yang diwakil sekretaris tim Rahmad Sumanjaya dan dokter tim Nanang Tri Wahyudi. Sementara dari kubu tuan rumah Persepam MU hadir asisten manajer Abdul Mukti.

“Keputusan penundaan ini langsung kami laporkan kepada PT Liga Indonesia agar segera diambil keputusan lebih lanjut,” tambah Syafi’i.

Direktur Olahraga Persebaya Dhimam Abror Djuraid tidak mempermasalahkan keputusan penundaan laga tersebut demi kebaikan dan keamanan semua pemain serta ofisial.

“Tidak apa-apa laga ditunda, karena sepak bola tidak semata-mata menyangkut faktor teknis, tapi ada urusan kemanusiaan juga yang perlu dipertimbangkan,” ujarnya.

Senada dengan Abror, asisten manajer Persepam MU Abdul Mukti juga menyatakan pihaknya menerima keputusan itu, karena sebelumnya sudah ada himbauan dari Dinkes Bangkalan agar pertandingan ditunda dulu.

“Kami mengikuti saran dari Dinkes, karena debu hasil erupsi Gunung Kelud masih berbahaya dan bisa mengganggu pernafasan pemain,” tukasnya.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia telah memutuskan untuk menunda sejumlah pertandingan ISL yang berlangsung di wilayah Jawa Timur maupun melibatkan tim asal Jatim yang menjalani laga tandang akibat terjadinya erupsi Gunung Kelud.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…