CHIKUNGUNYA WONOGIRI : Dinas Kesehatan Antisipasi Booming Pasien Chikungunya

Sabtu, 01/2/2014
Ilustrasi nyamuk vektor chikungunya (JIBI/harianjogja.com/Dok.)Ilustrasi nyamuk vektor chikungunya (JIBI/harianjogja.com/Dok.)

Solopos.com, WONOGIRI — Wilayah serangan penyakit chikungunya di Wonogiri dilaporkan semakin meluas. Sejatinya Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) setempat tak kurang mewaspadai booming penyakit itu. Nyatanya hingga berita ini ditulis, jumlah pasien dan wilayah serangan semakin meluas.

Siaga chikungunya sejatinya telah digagas jajaran Pemkab Wonogiri saat menyadari pasien penderita chikungunya mencapai ratusan orang, Senin (27/1/2014) awal pekan ini. Dari jumlah itu, penderita terbanyak terdapat di Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Wonogiri, Supriyo Heriyanto saat ditemui Solopos.com di kantornya, kala itu, mengakui jumlah penderita chikungunya pada awal tahun ini cukup besar. Pasalnya, sepanjang 2013 penderita chikungunya tercatat 438 orang. Sementara pada awal tahun 2014 ini saja sudah tercatat 156 pasiem atau sekitar 30-an persen total tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya, chikungunya tidak dialami warga Wonogiri tetapi akhir tahun 2013, penderita meledak. Khususnya di wilayah Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo dan Lingkungan Sukorejo, Kelurahan Giritirto, jumlah penderita cukup banyak. Tahun ini, bisa dibilang Wonogiri waspada chikungunya.”

Lebih lanjut dijelaskan oleh Suprio, hasil penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kerdukepik, nyamuk aedes albopictus yang membawa virus penyakit chikungunya bergerembol di semak-semak bambu. Sedangkan, di Lingkungan Sukorejo, induk nyamuk bersarang di bantaran sungai. “Semak-semak dan pekarangan kosong agar dikerjabaktikan karena menjadi sarang nyamuk. Lebih lanjut dijelaskannya, chikungunya merupakan penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus. “Langkah antisipasinya menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak asupan gizi dan vitamin.

Suprio menyatakan, petugas sudah melakukan fogging di daerah wabah, seperti Kerdukepik sebanyak dua kali, Lingkungan Wonokarto, Lingkungan Sukorejo dan Lingkungan Salak masing-masing sekali. Informasi yang diperoleh Espos, wabah chikungunya juga dialami warga Lingkungan Gerdu, Kelurahan Giripurwo.

Warga Gerdu, Gunawan menyatakan dirinya dan dua anggota keluarga terserang chikungunya. “Saya sendiri Rabu pekan lalu terserang chikungnya, sebelumya anak dan istri. Sekarang semua sudah sembuh. Saya sendiri memperbanyak minum dan makan sehingga dua hari sembuh.”