BANJIR JATENG
Kerugian Banjir Kudus Ditaksir Rp500 Miliar

Sejumlah warga mengamati jembatan penghubung antardesa yang putus di Dukuh Serabi Kidul, Getas Serabi, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2014). Akibat jembatan utama yang putus setelah diterjang banjir bandang itu, ratusan warga di kawasan itu harus memutar arah sekitar 3 km jika berpergian. (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko)Sejumlah warga mengamati jembatan penghubung antardesa yang putus di Dukuh Serabi Kidul, Getas Serabi, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2014). Akibat jembatan utama yang putus setelah diterjang banjir bandang itu, ratusan warga di kawasan itu harus memutar arah sekitar 3 km jika berpergian. (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Solopos.com, KUDUS — Bupati Kudus Musthofa menaksir kerugian akibat banjir dan tanah longsor di wilayahnya mencapai Rp500 miliar, karena hingga sekarang bencana alam tersebut belum juga reda. “Kerugian yang mencapai ratusan miliar tersebut, dihitung dari nilai taksiran kerusakan sejumlah sarana dan prasarana umum serta permukiman penduduk,” ujarnya, di Kudus, Kamis (30/1/2014).

Kerugian yang ditaksirnya itu meliputi bidang sarana prasarana jalan, jembatan dan irigasi, yang nilai taksiran kerugiannya mencapai Rp200 miliar. Sementara kerugian di bidang infrastruktur perdesaan bias mencapai Rp125 miliar, dan bidang pertanian ditaksir mencapai Rp100 miliar. Bidang perumahan atau pemukimank, ditaksir mencapai Rp60 miliar, sementara itu sarana dan prasarana pendidikan taksiran kerugiannya mencapai Rp10 miliar.

“Sarana dan prasarana bidang kesehatan juga mengalami kerugian yang nilainya ditaksir mencapai Rp5 miliar,” ujarnya.

Bencana banjir di Kabupaten Kudus, katanya, terjadi sejak 20 Januari 2014 hingga kini. Banjir yang terjadi, meliputi lima kecamatan yang mengalami dampak paling parah, kemudian meluas di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus.

Hal itu, kata dia, berdampak pada sendi roda perekonomian menjadi terhambat, proses belajar mengajar juga terganggu, dan menelan korban meninggal 16 jiwa dan 14.442 jiwa lebih pengungsi di 53 titik lokasi pengungsian yang tersebar di delapan kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Kota terdapat lima lokasi, Jati terdapat tujuh lokasi, Mejobo tujuh lokasi, Undaan 11 lokasi, Kaliwungu tujuh lokasi, Jekulo 10 lokasi, Gebog 8 lokasi, dan Dawe 6 lokasi pengungsian.

Upaya penanganan korban bencana, yakni dengan berkoordinasi soal pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi selama di pengungsian termasuk memasok kebutuhan logistik di sejumlah dapur umum yang tersebar di beberapa lokasi. “Semua jajaran, mulai dari aparat kesehatan untuk tetap melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kesehatan pengungsi dan atau korban bencana di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Setelah cuaca memungkinkan dan banjir surut, katanya, telah dipersiapkan rencana pengaturan transportasi pemulangan pengungsi ke tempat tinggaknya masing-masing. Atas bencana alam yang terjadi di Kabupaten Kudus, katanya, Pemkab Kudus juga menetapkan status tanggap darurat bencana dan berupaya membuka akses jalan utama Kudus-Semarang dengan cara menimbun jalan dengan batu kricak.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »