Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Hamka Mappaita (JIBI/dok) Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Hamka Mappaita (JIBI/dok)
Kamis, 23 Januari 2014 15:18 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Hukum Share :

KETERTIBAN LALU LINTAS
Ubah Perilaku Pengguna Jalan, Polisi Terapkan Cuci Otak

Solopos.com, SOLO—Aparat Satlantas Polresta Solo menciptakan program pembinaan perihal ketertiban lalu lintas bagi pemohon surat izin mengemudi (SIM) yang telah lulus ujian. Program itu disebut berkonsep cuci otak.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Hamka Mappaita, saat ditemui wartawan, Kamis (23/1/2014), mengatakan program tersebut sudah dilaksanakan sejak ia menduduki kepemimpinan di Satlantas akhir tahun lalu. Menurut dia, program pembinaan sangat penting untuk mengubah perilaku buruk pengguna jalan yang saat ini dinilai dia masih ada. Perilaku yang demikian dikatakan Hamka merupakan pemicu terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

“Faktor utama terjadinya pelanggaran atau bahkan lakalantas adalah perilaku pengguna jalan. Kalau jalannya bagus atau jalan sepi, tapi kalau perilaku pengguna jalan buruk ya bisa mengalami lakalantas. Sebaliknya, kalau perilaku baik pengguna jalan akan berhenti jika mendapati traffic light menyala merah, meski tak ada polisi. Menanamkan perilaku baik di jalan ini yang menjadi fokus kami,” terang Hamka mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol. Iriansyah.

Disampaikan dia, program pembinaan itu menyasar para pemohon SIM. Pembinaan dilaksanakan seusai pemohon dinyatakan lulus ujian SIM tapi sebelum menjalani proses foto diri. Secara teknis, kata dia, program tersebut direalisasikan dengan cara mengumpulkan para calon pemegang SIM di sebuah ruangan. Petugas selanjutnya memberikan pembinaan secara lisan dan menampilkan dokumentasi film maupun foto mengenai lakalantas.

“Ruangan untuk kegiatan itu kami sebut ruang pencerahan. Konsepnya cuci otak, artinya para pemohon SIM kami beri doktrin positif mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Jika tidak tertib konsekuensi terburuk ya terjadi lakalantas. Kami juga menampilkan dokumentasi-dokumentasi lakalantas pada kesempatan itu. Biar mereka menyadari bahwa keselamatan berlalu lintas itu merupakan kebutuhan bagi semua orang,” imbuh Hamka.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti berupaya mengubah perilaku pengguna jalan. Muara dari upaya tersebut adalah menekan angka pelanggaran sekaligus lakalantas. Upaya lain selain memberi pembinaan pemohon SIM, polisi terus gencar membina pelajar.

“Berdasar analisis, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh orang berusia 16-20 tahun. Dari 37.305 pelanggar yang ditilang, 12.102 di antaranya dikenakan pada orang kelompok usia itu. Peran orang tua berperan penting membina remaja. Orang tua yang membiarkan anak remajanya berkendara, berarti dia rela anaknya terluka atau bahkan tewas di jalan,” pungkas Hamka.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.PUSAT WARNA TEKAD JAYA Cabang Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…