Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Saan Mustofa menunjukkan dua buku autobiografi yang dibawakannya untuk Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/1/2014).(JIBI/Solopos/Antara/Widodo S. Jusuf) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Saan Mustofa menunjukkan dua buku autobiografi yang dibawakannya untuk Anas Urbaningrum di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/1/2014).(JIBI/Solopos/Antara/Widodo S. Jusuf)
Kamis, 23 Januari 2014 20:07 WIB Mia Chitra Dinisari/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

KASUS HAMBALANG
Wakil Sekjen Demokrat Jenguk Anas

Solopos.com, JAKARTA — Meskipun sudah ditahan dan berstatus sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum masih mendapat dukungan dari sebagian kader partai itu. Dukungan bahkan tampak ditunjukkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa.

Saan, Kamis (23/1/2014), datang enjenguk Anas di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Saan menurutnya untuk melihat kondisi temannya tersebut, dan membawakan buku-buku untuk dibaca Anas yang memang gemar membaca itu.

Saan mengatakan buku yang dibawanya adalah buku biografi mantan pelatih tim sepak bola Inggris, Manchester United (MU) Alex Ferguson dan kisah mantan Presiden Afrika Nelson Mandela semasa hidupnya. Menurutnya kondisi Anas baik-baik saja, hanya saja dia sedang mengalami sakit gigi. ”Cuma mengeluh sakit gigi, yang lainnya sehat saja.”

Saan juga enggan mengomentari perihal penahanan dan kasus yang menjeratnya itu. Sebagai teman, katanya, dia hanya memberikan dukungan saja kepada suami dari Attiyah Laila itu.

Anas ditahan KPK sejak 10 Januari 2014 lalu, setelah ditetapkan sebagai tersangka Februari 2013. Ia diduga menerima suap dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang.

Penyidik KPK menjerat Anas dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah terkait dengan kewajibannya.

Selain menyidik kasus dugaan gratifikasi berbentuk Toyota Harrier itu, KPK juga menduga Anas mendapatkan aliran dana yang digunakan untuk pemenangannya dalam kongres Partai Demokrat 2010 lalu. Dalam penyidikan itu, KPK juga sudah memeriksa tim sukses Anas, sekaligus beberapa kader Demokrat lainnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…