SERTIFIKASI GURU
125 guru di Boyolali Gagal Sertikasi 2013

Ilustrasi sertifikasi (Dok/JIBI/Solopos)Ilustrasi sertifikasi (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI–Sebanyak 126 guru di Kabupaten Boyolali dikabarkan gagal mendapatkan sertifikasi tahun 2013.

Informasi yang disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Boyolali, Agus Ali Rosyidi, banyak guru yang mengadu lantaran program sertifikasi yang diikuti tahun 2013 kemarin tidak keluar.

Sejumlah persoalan klasik dalam proses sertifikasi guru ini masih banyak ditemui meskipun sistemnya sudah dibenahi.

“Beberapa guru ada yang mengadu ke saya, tidak keluarnya sertifikasi karena salah satunya nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) yang tidak masuk,” kata Agus Ali, kepada Solopos, Senin (13/1/2014).

Selain itu, lanjut  dia, persyaratan mengenai jam mengajar juga banyak yang belum muncul. Persoalan jam mengajar ini menurut dia adalah persoalan yang paling krusial dalam proses sertifikasi guru. “Satu tahun kemarin sudah beberapa kali dibenahi, terutama untuk guru yang masih menemui persoalan  di jam mengajar, tapi katanya belum bisa keluar juga. Lha ini ada apa?”

Dari beberapa informasi yang diperoleh, ada beberapa kendala yang masih ditemui pihak guru dan SKPD terkait yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

“Ada guru yang datang ke Disdikpora katanya ada persoalan pada server di tingkat pusat. Ini kan lucu. Sistem online kok jadi mempersulit. Yang kedua, adanya peralihan penerima tunjangan sertifikasi yang sebelumnya langsung ke rekening guru sekarang melalui kas daerah. Ini yang harus dicari benang merahnya dan saya berharap Disdikpora menindaklanjuti temuan 126 sertifikasi guru yang gagal keluar tahun 2013.”

Kepala Disdikpora Kabupaten Boyolali, Abdul Rahman, menyebutkan jumlah 126 guru yang progam sertifikasinya tidak keluar tahun 2013 itu sudah berkurang. Artinya, berangsur-angsur sudah ada beberapa peserta program sertifikasi sudah ada yang mulai melakukan perbaikan data. Seperti ada yang salah mencantumkan nomor rekening.

“Hanya salah atau kurang satu digit saja, misalnya, sudah ada beberapa yang diperbaiki dan sudah dikonfirmasikan ke pihak bank. Kemudian ada juga yang salah pada dapodik. Setelah diperbaiki akhirnya banyak yang akhirnya keluar sertifikasinya.”

Menurut Abdul Rahman, jumlah guru yang sertifikasinya tidak keluar pada tahun 2013 tidak mencapai angka 126 guru.

“Ndak nyampai segitu. Saya lupa angka persisnya, tapi dari 126 guru itu sudah banyak yang melakukan perbaikan data sehingga sertifikasi bisa keluar dan bisa mendapatkan SK sertifikasi tahun bersama 750 guru yang lain.”

Editor: | dalam: Boyolali |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »