Miss Venezuela 2005, Monica Spears (JIBI/Solopos/Reuters/Chaiwat Subprasom)
Rabu, 8 Januari 2014 11:43 WIB Adib M Asfar/JIBI/Solopos Internasional Share :

Eks Miss Venezuela Ditembak Mati di depan Putrinya

Solopos.com, CARACAS – Eks Miss Venezuela, Monica Spear, 29, dan mantan suaminya, Henry Berry, 39, ditembak mati oleh perampok bersenjata, Senin (6/1/2014) malam. Tragisnya, keduanya ditembak di depan putri mereka yang masih berusia lima tahun.

Peristiwa perampokan itu dialami Monica dan Henry di jalan raya antara Puerto Cabello dan Valencia. Miss Venezuela 2004 tersebut selama ini tinggal di Amerika Serikat, namun saat kejadian dia sedang berlibur di Venezuela. Putri mereka yang berusia lima tahun, selamat dalam kejadian itu. Namun berdasarkan keterangan petugas medis setempat, gadis kecil itu tertembus peluru di bagian kakinya.

Menanggapi tragedi itu, Presiden Nicolas Maduro mengatakan sedang mempelajari kasus itu. Menurut penyidik, mobil yang ditumpangi Monica mengalami pecah ban setelah melindas sesuatu di jalan. Diduga, para perampok sengaja meletakkan jebakan untuk menghentikan mobil.

Maduro mengatakan mobil Derek sudah sampai di tempat kejadian, namun perampok bersenjata muncul dan mengusir mereka. “Mereka ada di dalam mobil dan ditembaki,” kata Maduro melalui stasiun televisi setempat dan dikutip Reuters.

Tragedi yang dialami Monica ini melengkapi rangkaian kasus kekerasan di negara itu akhir-akhir ini. Tahun lalu, angka pembunuhan di Venezuela mencapai 39 kasus setiap 100.000 penduduk. Sementara LSM setempat mencatat angka pembunuhan sebenarnya mencapai dua kali lipat dengan total jumlah korban 24.000 orang.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…