Gambar kucing dalam toples (taipeitimes.com)
Jumat, 27 Desember 2013 11:47 WIB Jafar Sodiq/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Masukkan Kucing dalam Toples, Gadis Ini Terancam Dibui

Solopos.com, TAIPEI — Kiki Lin sepekan terakhir jadi bulan-bulanan pengguna situs microblogging China, Sina Weibo. Pasalnya postingan gambar kucing dalam toples yang diunggahnya dianggap sangat kejam dan tidak patut dijadikan bahan tertawaan.

Kiki Lin sepertinya punya bakat sebagai penyiksa binatang. Dia terlihat santai menanggapi kecaman dan umpatan yang ditujukan kepadanya. “Saya hanya punya tiga kata untuk mereka, ha ha ha,” tulis Lin dalam Facebook.

Daily Mail, Kamis (26/12/2013), memberitakan mahasiswi asal Taiwan ini mengurung kucingnya karena dinilai tidak tahu sopan santun. Kucing yang diberi nama Kiki itu dijejalkan pada toples kecil yang sangat sempit untuk menampung badannya. Wajah kucing itu terhimpit dinding toples dan tampak kesakitan.

Entah untuk sekadar mengunggah foto lucu, atau memang bermaksud keji, Lin mendapat reaksi keras dari masyarakat. Sebagian menudingnya sebagai penyiksa binatang yang tidak punya perasaan.

“Dia [Kiki Lin] mengira itu lucu, itu tidak lucu, bagaimana Anda bisa melihat itu lucu. Dia memasukkan hewan imut itu ke toples seolah sedang menyiksa kriminal,” tulis akun Karren Richard dalam Sina Weibo.

“Bagaimana dia bisa menyimpulkan kucing itu tidak punya sopan santun,” tulis akun Kin Rei. “Saya masih belum bisa menangkap pesan dalam gambar ini. Wanita ini tertawa setelah menyiksa hewan,” sebut pemilik akun lainnya.

Lin boleh saja tertawa menanggapi semua hujatan. Tapi kenyataannya pihak keamanan dari perlindungan dan kesehatan hewan Kota Taichung menyelidiki dan akhirnya menghukum dia dengan tuduhan kekejaman terhadap binatang. Dia diseret ke pengadilan dan jika terbukti bersalah dia akan menghabiskan waktu setahun dalam penjara.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…