Jumat, 20 Desember 2013 13:50 WIB Arif Wahyudi/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Kulonprogo Akhirnya Punya EWS

Solopos.com, KULONPROGO-Penantian panjang masyarakat pesisir Kulonprogo akan hadirnya sarana early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini akhirnya terwujud.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyetujui permohonan EWS yang sudah lama diajukan Pemkab Kulonprogo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Kulonprogo, Untung Waluyo mengungkapkan, BNPB sudah 100% menyetujui pengajuan proposal sarana EWS yang akan dipasang di sepanjang pesisir Kulonprogo. Bahkan, menurut dia, beberapa perangkat inti dari sarana itu kini sudah ada di kantornya.

“Perangkat intinya sudah kami terima dan siap dipasang. Sekarang ini saya sedang di Jakarta untuk mengurus kelengkapan sarana tambahan EWS ini karena tidak hanya satu perangkat titik saja yang terpasang,” ujar Untung kepada harianjogja.com, Kamis (19/12/2013).

Menurut dia, Kulonprogo termasuk wilayah prioritas mendapatkan EWS dari BNPB. Selain Kulonprogo, ada 58 wilayah keseluruhan yang tersebar di semua penjuru Tanah Air.

Mengenai pelaksanaan pemasangan sarana peringatan dini tsunamai tersebut, Untung belum bisa memastikan. “Kami belum tahu jadwal pemasangannya. Hanya BNPB yang mengurutkannya berdasarkan skala prioritas. Kami hanya memprediksi sebelum pertengahan 2014, sarana ini sudah terpasang,” tandasnya.

Pemasangan EWS itu menurut dia juga dilakukan oleh ahli khusus dari BNPB. Nantinya, sarana tersebut akan terpasang secara di tujuh titik kawasan pesisir Kulonprogo. “Untuk EWS sentralnya kami tempatkan di Pantai Glagah karena wilayah itu tepat di tengah-tengah jika ditarik arah timur dan barat,” tandasnya.

Kemudian secara pararel EWS sentral akan mengirimkan sinyal ke EWS sekunder yang ditempatkan di enam titik lainnya di wilayah pesisir. Jarak EWS satu d engan EWS lainnya terpaut 2,5 kilometer. Penempatan EWS sekunder di enam titik tersebut akan ditempatkan di Brosot, Karangsewu, Bugel, Karangwuni, Jangkaran dan  Sindutan.

Adanya realisasi pemasangan EWS kontan saja mendapat sambutan positif dari masyarakat pesisir. Kepala Dusun Imorenggo, Desa Karangsewu, Solikin mengatakan sudah lama warga menantikan adanya sarana peringatan dini. Menurut Solikin, selama ini warga selalu panik apabila terjadi ombak pasang atau terasa getaran akibat gempa di daerah lain.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL DAN ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…