Salah satu pemandangan penjualan burung di Kebakkramat, Karanganyar,
Selasa (26/11/2013). Seiring berlangsungnya musim hujan, harga burung
pentet mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. (
Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Salah satu pemandangan penjualan burung di Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (26/11/2013). Seiring berlangsungnya musim hujan, harga burung pentet mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. ( Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 November 2013 09:40 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Musim Hujan Pengaruhi Harga Burung

 Salah satu pemandangan penjualan burung di Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (26/11/2013). Seiring berlangsungnya musim hujan, harga burung pentet mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. ( Ponco Suseno/JIBI/Solopos)


Salah satu pemandangan penjualan burung di Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (26/11/2013). Seiring berlangsungnya musim hujan, harga burung pentet mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. ( Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Datangnya musim hujan akhir-akhir ini menyebabkan harga burung di pasaran berubah drastis.

Beberapa burung ada yang mengalami penurunan harga, tapi ada juga harga burung yang terkatrol oleh musim hujan.

Penjual burung di Kecamatan Kebakkramat,  Karanganyar, Heri Santosa, 31,  mengatakan burung yang harganya turun drastis di musim hujan, yakni burung pentet. Semula, harga per ekor burung pentet sekitar Rp250.000. Seiring datangnya musim hujan, harga per ekor pentet senilai Rp150.000.

“Meskipun harganya turun, penjualan pentet juga belum ramai,” kata  warga Desa Banjarharjo, Kebakkramat itu saat ditemui Solopos.com, Selasa (26/11/2013).

Ia menjelaskan jenis burung yang sedang digemari warga, yakni burung kenari. Harga burung kenari per ekor mencapai Rp350.000. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan di musim kemarau kemarin yang hanya berkisar Rp200.000 per ekor.

“Selain kenari, harga burung yang naik di musim hujan, seperti poci dan murai. Harga per ekor poci saat ini mencapai Rp750.000. Padahal, harga sebelumnya, Rp350.000 per ekor. Sedangkan, harga per ekor murai sudah mencapai Rp1,2 juta. Sebelumnya, hanya Rp600.000 per ekor,”  katanya.

Penggemar burung lainnya di kawasan Kebakkramat, Atmojo, 28, mengatakan harga burung di musim hujan seperti sekarang sulit diprediksi. Sebagai penggemar burung, dirinya juga mengaku bingung kenapa harga burung-burung tertentu masih tinggi di pasaran.

“Biasanya, harga kenari itu mengalami penurunan saat musim hujan seperti ini. Tapi, enggak tahu juga kok bisa tinggi seperti ini,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…