POLUSI WONOGIRI
Limbah Pabrik Tapioka Tebar Bau Busuk

Solopos.com, WONOGIRI — Warga di sejumlah dusun di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, dan Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, mengeluhkan polisi bau dari limbah pabrik tapioka di Desa Pondok, Ngadirojo, PT. Arena Agro Andalan.

Bau menyengat yang muncul tiap kali angin bertiup kencang itu mengganggu aktivitas warga. Kepala Dusun (Kadus) Ngreco, Desa Ngadirojo Kidul, Kadino, mengatakan warga mulai merasakan bau menyengat tersebut sejak pabrik itu beroperasi dua bulan terakhir.
Bau busuk mulai tercium waktu subuh. Kadang, bau tetap bertahan sepanjang hari, sampai malam. Menurut Kadino, bau limbah tersebut membuat aktivitas warga terganggu.

“Kalau sampai membuat pusing dan lain-lain sampai harus ke dokter, ya tidak. Tapi, baunya itu sangat mengganggu aktivitas warga kami. Padahal jarak rumah warga kami dengan lokasi pabrik itu sudah 3 km, tapi masih terasa,” terang dia, saat ditemui wartawan, di balai desa setempat.

Menurut Kepala Desa (Kades) Ngadirojo Kidul, Kardimin, bau limbah PT Arena Agro Andalan tersebut dilaporkan warga terjadi, sedikitnya di enam dusun. Enam dusun dimaksud adalah Dusun Ngreco, Blimbing, Kaliampo, Niru Kulo, Niru Wetan, dan Sambirejo.

Dia mengaku telah menyampaikan keluhan warga tersebut ke pengelola pabrik. Jajaran pengelola pabrik pun sudah berembuk dengannya dan menjanjikan akan berupaya mengurangi bau.

Salah satu hal, yang menurut Kardimin, menjadi solusi adalah dengan menanam tanaman hijau yang mampu menyerap karbondioksida. Tanam yang dinilai cocok untuk keperluan tersebut adalan pohon angsana dan johar. “Katanya angsana dan johar itu bisa menyerap polusi. Jadi pihak pabrik mengatakan mau menanam itu,” ujar dia.

Sementara itu, di Desa Purworejo, bau menyengat bisa dirasakan di Dusun Jatibedug, Ngrangkok, dan Mundu. Hal itu terungkap dari pernyataan sejumlah warga Wonogiri yang disampaikan kepada tokoh masyarakat Wonogiri, Anding Sukiman. Anding yang mengaku menerima masukan dari warga melalui sebuah grup di jejaring sosial facebook, Rabu siang mendatang lokasi.
Namun, di lokasi dirinya tidak bertemu dengan jajaran pimpinan dan hanya bisa berbincang dengan sejumlah karyawan. Sekembali dari lokasi, ternyata jajaran pimpinan PT Arena Agro Andalan sudah berada di Rumah Dinas Bupati Wonogiri bersama sejumlah pimpinan SKPD terkait untuk membahas soal keluhan warga tersebut.

Perwakilan PT Arena Agro Andalan, Sofyan Utomo, seusai melakukan pembicaraan dengan Bupati Wonogiri dan jajarannya, serta Anding, selaku penyampai keluhan, mengakui bau limbah produksi tapioka memang mengganggu warga. Menurutnya, bau menyengat itu disebabkan kondisi mikrobia dalam proses pengolahan limbah yang melalui sembilan kolam pengolahan, belum optimal. Bahkan, karena baru dua bulan berjalan, hanya dua kolam limbah yang saat ini sudah terisi.

“Kolam lainnya belum ada isinya. Padahal agar pengelolaan limbah itu maksimal kami perlu sembilan kolam. Di kolam terakhir, kami berencana mengembangbiakkan ikan air tawar. Ini sebagai penanda bahwa air dalam kondisi sehat. Tapi belum sampai ke sana ternyata muncul bau yang mengganggu warga,” beber dia.

Selain menggunakan kolam-kolam pengelolaan limbah, pihaknya juga akan melakukan penanaman sejumlah pohon yang memiliki kemampuan menyerap bau limbah. Lebih jauh, Sofyan memastikan akan melakukan sosialisasi kembali mengenai penanganan limbah PT Arena Agro Andalan kepada warga yang paling terdampak bau tersebut.

Dia juga memastikan akan mendengarkan keinginan warga di dusun-dusun tersebut. Mengenai waktunya, Sofyan mengatakan saat ini masih akan mendiskusikan waktu yang tepat untuk sosialisasi dengan sejumlah pihak terkait.

Editor: | dalam: Wonogiri |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »