PEMILU 2014
16.300 Data di Klaten Bermasalah

Pemilu 2014Ilustrasi

Solopos.com, KLATEN –Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Klaten menemukan 16.300 data bermasalah dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Jumlah itu diperoleh dari hasil pendataan di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

Ketua Panwaslu Kabupaten Klaten, Suharno, mengatakan sebanyak 16.300 tersebut terdiri atas berbagai hal. Yakni sebanyak 13.602 pemilih tidak memiliki nomor kartu keluarga, tidak memiliki nomor induk kependudukan ada 1.858 pemilih, meninggal dunia namun masih terdaftar sebnayk 493 orang.

Selain itu, dari kalangan TNI dan Polri ada 13 orang yang masih terdaftar, di bawah umur ada 19 orang, tidak dikenal ada 11 orang, nama ganda ada 157 orang, tanggal lahir kosong sebanyak 82 pemilih dan pindah ada 65 orang.

Menurutnya, penyisiran di masing-masing desa hanya bisa dilakukan di tiga hingga empat pemungutan suara (TPS) karena keterbatasan petugas pengawas lapangan (PPL). Di dalam pendataan itu, pihaknya hanya diberi waktu selama beberapa hari karena Selasa (29/10) ini, data hasil penyisiran tersebut harus dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah (Bawaslu Jateng). Nantinya, data itu sebagai rekomendasi untuk penetapan DPT yang direncanakan pada 1 November.

“Diperkirakan masih banyak data bermasalah yang bermunculan karena ada batasan waktu penyisiran sehingga belum menjangkau di semua TPS. Sedangkan di Kabupaten Klaten ada 401 desa/kelurahan di 26 kecamatan,” katanya saat ditemui wartawan di GOR Gelarsena, Selasa (29/10).

Menurutnya, jika temuan tersebut tidak segera dilaporkan, maka rawan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggungjawab. Setidaknya, lanjut dia, hasil penyisiran itu dapat mengantisipasi penyalahgunaan data. Padahal, lanjut dia, DPT yang telah ditetapkan KPU Pusat pada 12 September lalu ada 1.006.612 pemilih.

Di sisi lain, Panwaslu Kabupaten mengadakan Rapat Kerja dan Apel Kesiapan Panwaslu dalam rangka Pileg 2014. Kegiatan yang dihadiri 78 orang anggota Panwas tingkat kecamatan dan 931 orang PPL itu bertujuan menyamakan persepsi di semua lini. “Dalam kegiatan ini, kami ingin Pileg 2014 bisa berjalan dengan lancar dan ada persamaan persepsi dalam pengawasannya. Kami juga membuat ikrar untuk persamaan persepsi itu,” ujarnya.

Asisten Sekretaris Daerah Klaten Bidang Pemerintahan, Purwanto A.C., mengatakan temuan-temuan yang ada di lapangan perlu disikapi agar penyelenggaraan pemilu dapat berjalan lancar. Selain itu, perlu ada sosialisasi untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam menyalurkan aspirasinya.

“Selain mengajak pemilih untuk berperan aktif, kompetensi para pengawas juga perlu diasah. Sikap netral juga perlu ditingkatkan agar pengawas tidak ikut bermain sehingga mempersulit tugas pengawasan,” katanya saat membacakan sambutan dari Bupati Klaten dalam pembukaan acara di GOR Gelarsena, Selasa.

Editor: | dalam: Klaten |
Menarik Juga »