SAPI JUMBO
Sapi di Klaten Ini Miliki Bobot 1 Ton

Salah seorang pekerja, Tugiman, memberikan pakan untuk sapi seberat 1 ton milik Pramono, warga Solodiran, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Rabu (25/9/2013). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Salah seorang pekerja, Tugiman, memberikan pakan untuk sapi seberat 1 ton milik Pramono, warga Solodiran, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Rabu (25/9/2013). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Dua ekor sapi tampak ditambatkan pada sebuah kayu di dekat kandang yang ada di Solodiran, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo Klaten. Kemudian, dengan lahap dua ekor sapi tersebut makan jerami yang telah disiapkan oleh pekerja yang merawat mereka.

Postur tubuh salah satu sapi jenis Jawa tersebut tampak berbeda jika dibandingkan dengan sapi lainnya. Sapi jantan berwarna putih hitam itu memiliki tubuh yang sangat besar. Tinggi tubuh sapi tersebut mencapai lebih dari 180 sentimeter (cm). Sementara, panjang dari kepala hingga ujung ekornya lebih dari 3,5 meter (m). Bobot sapi itu diperkirakan mencapai 1 ton.

Bahkan, saking besarnya, sapi yang telah berusia sekitar tujuh tahun pernah ditawar oleh seseorang dari Bandung senilai Rp50 juta beberapa pekan lalu. Rencananya, sapi tersebut dibeli orang dari Bandung untuk dikurbankan. Sang pemilik, Pramono, 50, pun menolak tawaran dari seseorang yang berasal dari Bandung tersebut.

Peternak sapi itu mengaku sayang jika sapi yang telah dipelihara sejak 2006 itu dijual. “Kalau saya jual, pasti kecewa tidak punya sapi yang seperti itu lagi. Makanya, harganya saya naikkan Rp60 juta dan orang itu tidak jadi membeli,” jelasnya kepada Solopos.com di lokasi, Rabu (25/9/2013).

Menang Festival

Awalnya, Pramono mendapatkan sapi itu saat berada di Pasar Hewan Kebumen 2006 silam. Saat itu, usia sapi tersebut masih sekitar empat bulan. Namun, dia melihat postur tubuh sapi itu tidak seperti sapi pada umumnya.  Dia mendapatkan sapi itu dengan harga Rp3,7 juta. Menurutnya, sapi tersebut dirawat seperti hewan pada umumnya. Makanan yang diberikan, di antaranya dedak, jerami dan polar.

“Porsi makannya pun hampir sama dengan sapi dengan ukuran tubuh biasa, hanya sekitar 10 Kilogram (kg) per hari,” katanya.

Seperti sapi pada umumnya, dia juga memanfaatkan sapi ukuran jumbo miliknya untuk menarik gerobak dan membajak sawah. Bahkan, sapi tersebut juga selalu diikutkan dalam beberapa festival, baik di Klaten maupun luar daerah.

Sapi itu pernah mendapatkan peringkat terbaik I dalam Festival Gerobak di Prambanan 2013 beberapa waktu lalu. Pada 2011, sapi tersebut juga mendapatkan peringkat I dalam Lomba Hias Sapi di Boyolali.

Selain sapi tersebut, dirinya juga masih memiliki satu ekor sapi yang memiliki ukuran jumbo. Meski demikian, ukurannya masih sedikit lebih kecil dari sapi yang pertama. Sapi berusia lima tahun tersebut pernah ditawar Rp28 juta, namun Pramono tidak mau melepasnya.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »