Sejumlah peserta Pelatihan Industri yang diadakan Pepari Boyolali di Balaidesa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rabu (25/9/2013), memperhatikan praktik pembuatan dodol kates di balaidesa itu. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos) Sejumlah peserta Pelatihan Industri yang diadakan Pepari Boyolali di Balaidesa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rabu (25/9/2013), memperhatikan praktik pembuatan dodol kates di balaidesa itu. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)
Kamis, 26 September 2013 07:42 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Boyolali Share :

BANTUAN LUAR NEGERI
Jepang Kucurkan Dana Hibah untuk Perempuan Lereng Merapi

 Sejumlah peserta Pelatihan Industri yang diadakan Pepari Boyolali di Balaidesa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rabu (25/9/2013), memperhatikan praktik pembuatan dodol kates di balaidesa itu. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)


Sejumlah peserta Pelatihan Industri yang diadakan Pepari Boyolali di Balaidesa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rabu (25/9/2013), memperhatikan praktik pembuatan dodol kates di balaidesa itu. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Kabupaten Boyolali menjadi salah satu daerah penerima bantuan hibah dari proyek grassroots yang diadakan pemerintah Jepang, melalui Kedutaan Besar Jepang.

Program yang tersalur melalui LSM Penggerak Partisipasi Perempuan dan Anak Indonesia (Pepari) Boyolali itu menyasar tiga kecamatan di Kota Susu yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi-Gunung Merbabu, yaitu Musuk, Selo, dan Cepogo.

Konsultan Grassroots Human Security Projects Embassy of Japan, Yamada Fuminori, mengemukakan bantuan bersifat hibah tersebut merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah Jepang langsung kepada masyarakat.

“Bantuan ini diberikan langsung kepada masyarakat karena sasarannya adalah grassroots [akar rumput],” ujar Yamada ketika ditemui wartawan di sela-sela Pelatihan Industri yang diadakan di Balaidesa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rabu (25/9/2013).

Dipilihnya Kabupaten Boyolali sebagai penerima bantuan sekitar Rp750 juta itu dengan berbagai pertimbangan, salah satunya daerah itu merupakan daerah yang pernah terkena imbas dari bencana alam berupa erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Menurut dia, perlunya pemulihan secara keseluruhan terhadap warga di kawasan yang terkena bencana alam agar mampu bangkit kembali, khususnya untuk meningkatkan perekonomian di daerah tersebut.

Yamada menjelaskan bantuan yang bersifat hibah itu diharapkan dapat menjadi stimulan untuk memunculkan partisipasi pihak lain dan juga masyarakat penerima bantuan untuk bangkit dari keterpurukan pascabencana terjadi.

Sementara itu, ketua Pepari Boyolali, Rusmiyati mengemukakan bantuan itu dilaksanakan dalam bentuk pelatihan keterampilan untuk memberdayakan kaum perempuan di lereng Gunung Merapi-Gunung Merbabu tersebut. Salah satu contoh pelatihan yang diberikan adalah pengolahan produk-produk makanan berbahan pangan lokal.

“Masing-masing kecamatan diambil empat desa,” terang Rusmiyati.

lowongan kerja
lowongan kerja Sebuah perusahaan furniture, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Administrasi

    LANGSUNG Kerja!!!! AKUR OPTIK BantuL dengan 13 Cab Membutuhkan Adminitrasi : – Berpengalaman Dalam Bidan…

Leave a Reply



1

Kolom

GAGASAN
Investasi Hijau di Soloraya

Gagasan Solopos, Rabu (1/2/2017) I Gusti Putu Diva Awatara. Pengajar Program Magister Manajemen STIE AUB Solo. Beralamat email di gruppe_cemara@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO — Kunjungan Bupati Sukoharjo dan Bupati Karanganyar terkait pembelajaran pengelolaan sampah di Amerika Serikat pada akhir Desember 2016 lalu…