KECELAKAAN SEMARANG
Truk Tabrak 4 Mobil, 1 Sepeda Motor, 2 Tewas

Truk pengangkut pasir menabrak 4 mobil dan 1 sepeda motor sehingga menyebabkan 2 orang tewas di depan Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (24/9/2013), sekitar pukul 17.00 WIB.Truk pengangkut pasir menabrak 4 mobil dan 1 sepeda motor sehingga menyebabkan 2 orang tewas di depan Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (24/9/2013), sekitar pukul 17.00 WIB. (JIBI/Solopos/Detik/Angling Adhitya P.)

Solopos.com, UNGARAN — Truk bermuatan pasir yang diduga mengalami rem blong  menabrak sejumlah mobil, sepeda motor, dan jembatan penyeberangan di depan Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (24/9/2013), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian itu berawal saat truk berpelat nomor N 8175 UP yang dikemudikan Hasim, 40, warga Mayangan, Probolonggo, Jawa Timur, melaju dari arah Bawen menuju Semarang. Sesampainya di turunan Babadan, truk tiba-tiba hilang kendali.

Truk yang melaju tak terkendali itu sempat menghindari bus dan minibus, tetapi kemudian menyerempet mobil Toyota Fortuner dan secara beruntun menabrak mobil L300 bermuatan sayur, mobil angkutan umum Elf Prona berpelat nomor H 1446 DC, Toyota Kijang H 8456 TH, serta satu sepeda motor.

Truk baru berhenti setelah menabrak jembatan penyeberangan di depan Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang sampai jembatan penyeberangan itu nyaris roboh. Salah satu tiang penyangga jembatan penyeberangan itu terlihat rusak parah akibat ditabrak truk tersebut.

Kecelakaan karambol itu mengakibatkan dua korban tewas, yakni kernet angkutan umum Prona, Budi Sarbowo, 30, warga Leboksari, Kranggan, Ambarawa, dan pengemudi Kijang, Suharyanto, warga Sendang Agung, Semarang.

Menurut Mustofa, tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Babadan, Ungaran, kejadian itu berlangsung begitu cepat ketika ada truk besar tiba-tiba melaju tak terkendali menabrak beberapa kendaraan dan jembatan penyeberangan. “Terakhir, truk menabrak Kijang, Elf Prona, kemudian berhenti setelah menabrak jembatan penyeberangan,” katanya.

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan arus lalu lintas sepanjang sekitar 3 km, mulai dari Pasar Babadan, baik ke arah Solo dan Yogyakarta, maupun ke arah Semarang mengalami kemacetan. Kendaraan yang terlibat kecelakaan itu sudah dievakuasi ke pinggir jalan, sementara jembatan penyeberangan yang nyaris roboh itu terlihat disangga oleh crane, sejenis alat berat.

“Kami minta dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk meneliti kekuatan jembatan, sebelum hasil penelitian selesai, jalur jalan Ungaran Bawen ditutup,” kata Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berianto.

Sementara ini, arus kendaraan dari arah Ungaran-Bawen dialihkan ke jalan tol Ungaran Bawen. “Tadi sudah koordinasi untuk Jalan Tol Ungaran-Bawen agar sementara dibuka,” katanya.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Menarik Juga »