PENEMUAN MAYAT SRAGEN : Motif Sakit Hati, Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi

Senin, 23/9/2013
Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando mengunjungi lokasi pembunuhan (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando mengunjungi lokasi pembunuhan (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN – Polres Sragen berhasil menangkap pelaku pembunuhan dan mutilasi warga Sidomulyo RT 046/013, Sragen Wetan, Sragen, Siska Tri Wijayanti, 23, yakni warga Kampung Bangak, RT 002/001, Sine, Sragen, Eko Sunarno, 32, di rumahnya, Minggu (22/9/2013) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 12 jam sejak penemuan tubuh korban di Sungai Mungkung perbatasan Dukuh Karangmanis, Pandak, Sidoharjo, dan Dukuh Gabusan, Tangkil, Sragen, Minggu sekitar pukul 11.30 WIB.

Polres Sragen mengambil langkah sigap menangkap pelaku yang tak lain teman dekat korban, Eko, di rumahnya sekitar 10-11 jam sejak penemuan mayat korban.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Polres Sragen, Eko tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Bahkan dia mengaku membunuh, membakar dan memutilasi Siska.

“Pelaku satu orang. Motif pelaku sakit hati. Pelaku pernah bertengkar dengan suami korban karena selalu dijadikan kambing hitam. Siska mengaku kepada suami bahwa uangnya selalu dipinjam tersangka,” kata Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, saat ditemui Solopos.com di sekitar lokasi pembunuhan, Senin (23/9/2013).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengajak korban bertemu di Sragen, Sabtu (21/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu pelaku beralasan mengajak korban melakukan upacara ritual tertentu di suatu tempat. Korban datang mengendarai sepeda motor milik teman kerjanya, Yamaha Mio warga merah, AD 2193 TE. Pelaku memutuskan berboncengan dengan korban menggunakan Mio. Mereka berdua menuju lokasi pembunuhan di jalan persawahan di dekat Sungai Mungkung di Dukuh Karangmanis, Pandak, Sidoharjo. Dilokasi itulah Siska meregang nyawa.

Dhani memaparkan Siska dibunuh dengan ditusuk menggunakan senjata tajam di antara ulu hati dan perut. Setelah korban tidak berdaya, tubuh korban disiram cairan diduga bensin lantas dibakar. Namun Eko belum menyudahi tindakan. Eko mengaku pulang mengambil samurai dan menukar Mio menggunakan sepeda motor lain. Dia kembali ke lokasi mayat Siska membawa senjata tajam diduga samurai untuk menggorok leher Siska dan memotong beberapa bagian tubuh korban. Usai menyelesaikan tugas, Eko pulang ke rumah dan mengganti baju. Sementara itu baju yang digunakan untuk menghabisi nyawa Siska dibuang.

Dhani menuturkan Eko menghabisi nyawa korban seorang diri. Dhani memaparkan hasil pemeriksaan pihak RSUD Sragen menduga korban masih hidup saat dibakar. Sehingga korban meregang nyawa bukan karena ditusuk dan mutilasi tetapi dibakar. Hasil pemeriksaan tubuh korban terbakar stadium IV sehingga tidak mungkin selamat.