Seorang buruh penebang tebu, Sukimin, melintasi perkebunan tebu yang akan ia panen, di Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (18/9/2013). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos) Seorang buruh penebang tebu, Sukimin, melintasi perkebunan tebu yang akan ia panen, di Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (18/9/2013). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)
Kamis, 19 September 2013 11:16 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Sragen Share :

HARGA TEBU
Harga Kian Merosot, Petani Tebu Was-Was

 Seorang buruh penebang tebu, Sukimin, melintasi perkebunan tebu yang akan ia panen, di Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (18/9/2013). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)


Seorang buruh penebang tebu, Sukimin, melintasi perkebunan tebu yang akan ia panen, di Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (18/9/2013). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN —  Sejumlah petani tebu di Kabupaten Sragen ikut was-was dengan rendahnya rendemen tebu petani di kabupaten setempat. Akibat dari rendahnya rendemen tersebut, harga tebu kian merosot hingga Rp28.000 per kuintal.

Salah satu petani tebu di Gesi, Anwar, Rabu (18/9/2013), mengatakan penurunan harga tebu kali ini merupakan yang terparah. Sejak ia berprofesi sebagai petani tebu pada tahun 1996 lalu, harga tebu tak pernah separah ini. Penurunan harga saat ini mencapai Rp10.000 per kuintal.

Kondisi ini, kata Anwar, merupakan salah satu dampak dari maraknya gula asal industri (rafinasi) impor di pasaran. Padahal, saat ini, petani sedang panen raya. Anwar yang juga sebagai penampung tebu di Gesi ini mengatakan biasanya setiap akhir musim panen seperti ini harga tebu cenderung naik, namun jauh berbeda kondisinya dengan sekarang.

“Siklusnya, kalau pas pertama panen, harga tebu rendah. Panen kedua atau tengah-tengah harga beranjak naik hingga mengalami kenaikan cukup tinggi saat akhir masa panen,” tegasnya saat ditemui di kediamannya.

Petani tebu lainnya di Kecamatan Tangen, Abdul Wachid, Rabu, menjelaskan petani ikut was-was dengan kondisi ini. Pasalnya, harga tebu diprediksi akan terus merosot. Sementara itu, berat tebu menyusut karena kekurangan pasokan air. Keterpurukan petani ditambah lagi dengan biaya produksi yang hingga saat ini masih stabil tinggi.

Dul, biasa ia dipanggil, mengatakan pada pertengahan tahun lalu ia sempat menjual tebu dengan harga sekitar Rp38.000 per kuintal. Namun, pekan ini, hasil panennya hanya dihargai sekitar Rp28.000 per kuintal. Harga tebu, kata dia, dikabarkan akan kembali turun menjadi Rp26.000 per kuintal.

“Kami semakin merugi. Ini dengar-dengar harganya akan dikurangi lagi Rp2.000 per kuintalnya,” katanya lagi.

Petani seolah tak punya pilihan lain karena tanaman mereka sudah terlanjur dipanen. Sementara itu, jika tanamannya tak segera dipanen, Dul dan rekan-rekan seprofesinya justru bakal merugi lebih banyak. Sekali menanam tebu, Dul mengaku bisa menghabiskan dana sekitar Rp12 juta lebih untuk membeli pupuk, bibit, sewa lahan serta upah pegawai. Sementara, jika harga sedang baik, omsetnya hanya sekitar Rp15 juta, tergantung kondisi panennya.

“Satu lahan biasanya bisa menghasilkan sekitar empat-tujuh truk tebu yang dihargai Rp2,8 jutaan per truk,”tegasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja TOKO TURISARI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

Leave a Reply





blus-risma-mobile

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…