PILKADA KARANGANYAR : Pasti Bagikan Sampel Kartu Sehat dan Kartu Pintar

Kamis, 12/9/2013
Pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Karanganyar, Paryono-Dyah Shintawati (Pasti). (Dok/JIBI/Solopos)Pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Karanganyar, Paryono-Dyah Shintawati (Pasti). (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR –Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) Karanganyar, Paryono-Dyah Sintawati membagikan sampel kartu sehat dan kartu pintar kepada masyarakat saat blusukan di sejumlah pasar tradisional, Rabu (11/9/2013).

Namun, pasangan yang populer dengan sebutan Pasti itu tidak blusukan pasar secara bersama-sama. Paryono memulai blusukan di Pasar Mojogedang dan Pasar Kerjo pada Rabu pagi. Sementara, pada waktu bersamaan,Dyah Sintawati juga blusukan di Pasar Nglano, Tasikmadu, dan Pasar Bejen.

“Kami memang sengaja membagi tugas supaya semua wilayah dapat terjangkau. Kami mengunjungi pasar tradisional di 17 kecamatan dalam empat kali jadwal kampanye terbuka,” urai Sinta saat dijumpai wartawan seusai blusukan di Pasar Bejen, Rabu.

Ketua DPC Partai Demokrat, Rinto Subekti, serta Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, juga menyertai kunjungan Dyah Sintawati di Pasar Nglano dan Pasar Jaten. Dalam blusukan kali itu, tim sukses Pasti tak hanya membagikan kaos, kerudung, dan stiker. Mereka juga menebar janji untuk memberikan layanan kesehatan serta pendidikan gratis dengan membagikan sampel Kartu Sehat dan Kartu Pintar.

“Jangan lupa dukung Pasti ya. Kalau Pasti menang, kartu ini bisa digunakan untuk berobat gratis dan sekolah gratis,” seru tim sukses Pasti sembari membagikan sampel Kartu Sehat dan Kartu Pintar kepada para pedagang serta pengunjung pasar.

Terkesan

Dyah Sintawati menyatakan Kartu Sehat dan Kartu Pintar merupakan program unggulan pasangan yang diusung PDIP itu. Menurutnya, jaminan kesehatan dan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK adalah dua aspek yang paling diperlukan masyarakat Karanganyar. “Kami optimistis mampu mewujudkan program ini jika terpilih sebagai bupati dan wakil bupati. Kartu Sehat dan Kartu Pintar adalah program yang realistis,” jelas Dyah Sintawati.

Kehadiran sosok Dyah Sintawati di pasar tradisional sembat membuat heboh ratusan pedagang dan pengunjung. Mereka berebut bersalaman dengan istri Rinto Subekti itu. Sebagian besar warga juga berebut jatah kaos dan jilbab yang dibagikan gratis.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tim sukses Pasti tampak memborong sayuran, buah-buahan, serta makanan ringan yang lantas dibagikan kepada beberapa juru parkir dan tukang becak. Beberapa pedagang bahkan dengan blak-blakan meminta amplop.

Mboteng wonten amplop Bu, mboten angsal, mangke didukani KPU. Wontene kaos kalih jilbab [Tidak ada amplop Bu, tidak boleh, nanti dimarahi KPU. Adanya kaos sama jilbab],” ucap Dyah Sintawati sembari tersenyum kepada para pedagang.

Salah seorang warga Jaten, Harni Gendrowahyuni, 36, mengaku cukup terkesan dengan sosok Dyah Sintawati. Menurutnya, Sinta adalah figur pemimpin yang ramah dan tidak menjaga jarak dengan rakyatnya. Dia berharap Pasti dapat merealisasikan janji untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis jika terpilih sebagai pemimpin di Bumi Intan Pari.