KRISIS KEDELAI
Kementerian Pertanian Ingin Tambah 1/2 Juta Hektare Lahan Kedelai

tanaman kedelaiIlustrasi pertanian kedelai (Dok. Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian berharap ada penambahan sekitar 500.000 atau ½ juta hektare areal tanam kedelai untuk meningkatkan produktivitas. Peningkatan produksi kedelai dalam negeri itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasok kedelai impor.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan luas lahan tanam kedelai saat ini sudah jauh menyusut jika dibandingkan dengan dua dekade lalu. Dari total luas lahan panen kedelai yang mencapai 1,6 juta hektare pada 1992, kini luas areal tanam kedelai hanya sekitar 700.000 hektare.

Suswono menduga berkurangnya areal tanam kedelai itu terjadi seiring dengan semakin menyusutnya minat petani menanam komoditas pertanian itu. Keengganan itu muncul seiring pembukaan keran impor kedelai yang justru memukul harga kedelai produk lokal.

“Beberapa daerah sudah mulai mengembangkan, misalnya di Aceh ada penambahan sekitar 50.000 hektare, di NTB 30.000 hektare. Perlu ada tambahan areal, minimal 500.000 hektare. Kalau tidak, akan terjadi trade off,” katanya di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Suswono menuturkan bahwa faktanya dari 7,2 juta hektare lahan terlantar yang diduga BPN, setelah diinventarisasi lagi ternyata jumlah lahan potensialnya hanya 4,8 juta hektare. “Tetapi kemudian yang clear and clean itu hanya 13.000 hektare. Sekarang kami sedang berusaha agar bisa memberikan akses untuk lahan-lahan pertanian.”

Editor: | dalam: Ekonomi |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »