Foke Dubes Jerman, Dino Pimpin BKPM

Fauzi Bowo alias Foke, mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini diusulkan menjadi Dubes RI di JermanFauzi Bowo alias Foke, mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini diusulkan menjadi Dubes RI di Jerman. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — DPR menerima usulan 22 nama calon duta besar (dubes) dari pemerintah yang akan menggantikan duta besar yang berakhir masa tugas mereka. Fauzi Bowo (Foke) diusulkan jadi Dubes RI di Jerman sedangkan Dubes RI untuk AS, Dino Pattidjalal disebut-sebut akan memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM).

Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (3/9/2013), mengatakan usulan nama duta besar tersebut segera diproses dan disetujui DPR agar mereka segera menjalankan tugas. Di samping Foke, ada juga nama Sekjen Kemenpora Yuli Mumpuni (Spanyol), serta nama adik kandung Yusril Ihza Mahendra, yakni Yusron Ihza Mahendra (Jepang).

Dalam daftar itu nama Suprapto Martosetomo diajukan untuk Dubes RI di Afrika Selatan (Afsel); Budi Bowoleksono (AS), Linggawaty Hakim (Swiss), Komjen Pol. (Pur) Ito Sumardi (Myanmar), dan Letjen TNI Jhony Lumintang (Filipina). Nama Yuwono A. Putranto untuk Dubes RI di Norwegia, Raudin Anwar (Libya), Abdurrahman M. Fachir (Arab Saudi), Jose Antonio Morato Tavares (New Zealand), Irmawan Emir Wisnandar (Laos), dan Sugeng Rahardjo (China).

Masih ada nama lain seperti Burhanuddin yang diusulkan untuk Dubes RI di Sudan, Nurul Qomar (Brunei Darussalam); Gary Rachman Makmun Jusuf (Fiji); Rahmat Pramono (PTRI ASEAN); Diar Nurbiantoro (Rumania); Mulya Wirana (Portugal); Pitono Purnomo (Kamboja), dan Moenir Ari Soenanda (Peru). Sementara itu, Dino Patti Djalal yang akan mengakhiri tugasnya di AS disebut-sebut akan menjadi Kepala BKPM.

Menteri Keuangan Chatib Basri menilai Dino mempunyai kapasitas untuk menjadi BKPM yang baru. “Pandangan saya mungkin bias karena saya sudah lama kenal beliau, tetapi dia orang yang sangat baik dalam diplomasi. Dia mempunyai kapasitas untuk itu,” kata Chatib saat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna di DPR.

Namun, Chatib mengaku belum mendengar ataupun mengetahui hal itu. “Saya belum tahu tentang itu dan Presiden juga belum bicara soal itu,” katanya.

Meski demikian, dia mengaku sempat memberikan pendapat pribadinya tentang kemungkinan penunjukan Dino sebagai kepala BKPM yang baru. “Beberapa kali dalam forum bisnis antara Indonesia dan Amerika itu bisa dikatakan investor-investor terbesar Amerika hadir semua. Jadi, kalau dari segi kapasitas sih saya kira Pak Dino punya kemampuan menjadi kepala BKPM,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa juga memberikan penilaian pribadinya tentang isu penunjukan Dino. Hatta menilai Dino memiliki pengalaman di kancah nasional maupun internasional mengingat posisinya sebagai staf khusus Presiden dan Duta Besar RI untuk AS.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »