Pameran Tato di Solo Salah satu peserta Solo Skin Art Exhibition 2013 mengikuti tattoo war di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah, Selasa (3/9/2013) . (Mahardini NA/JIBI/Solopos)
Selasa, 3 September 2013 23:45 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/SOLOPOS Fokus Share :

SOLO SKIN ART EXHIBITION 2013
Adu Ekspresi & Eksplorasi

Solopos.com, SOLO – Solo Skin Art Exhibition 2013, digelar Selasa-Rabu (3-4/9/2013) digelar di Taman Budaya Solo (TBS).  Selasa siang, kompetisi tato dalam gelaran Solo Skin Art Exhibition 2013 yang diikuti 164 seniman tato dari seluruh penjuru dunia resmi dimulai.

Beragam ekspresi mulai dari tegang, cuek, bahagia, hingga meringis kesakitan, ditunjukkan sejumlah model saat jarum tato mulai menembus kulit.

Negosiasi singkat perkara desain dilakoni seniman tato dan model jelang rajah yang menempel seumur hidup ditorehkan di tubuh. Robby Bali, 29, tertarik menjajal garapan dedengkot seniman tato asal Songshan (Taiwan), Yin Te Tsai, 42. Pria yang tinggal di Malang ini berniat menambah koleksi tato di lengan kirinya.

Yin Te Tsai yang terkenal dengan nama King ini mulai menyodorkan gambar kepala singa yang kental nuansa Tiongkok. Sejenak berpikir, Robby yang sebelumnya mengenal King lewat ajang festival tato 2012 lalu di Surabaya ini menyanggupi tawaran desain tato dengan tinta berwarna hitam dan abu-abu.

Eksplorasi Gambar

“Sebelumnya saya sudah ditato King di Surabaya. Hasil garapannya banyak mengeksplorasi detail gambar fantasi. Ini membuat saya ketagihan menambah koleksi. Sebelumnya saya sudah pernah menjajal di betis kaki sebelah kanan. Ternyata garapannya bagus dan tintanya juga berkualitas. Saat diminta menjadi modelnya lagi, saya tak mau berpikir dua kali,” terangnya kepada Solopos.com, Selasa (3/9) siang.

King dari studio tato Taiwan Tsae Yi Tatttoo dalam gelaran ini memboyong tujuh seniman tato. Tak hanya berniat pamer karya, rombongan seniman tato dari Taiwan ini ingin menjalin silaturahmi dengan seniman tato dari Indonesia dan negara tetangga lainnya.

“Saya diundang dari komunitas Indonesian Subculture. Di sini bisa bertemu dengan teman tato artis lain. Saya juga mengundang teman-teman seniman tato artis lain untuk bergantian datang ke Taiwan International Tattoo Convention 2014 mendatang,” ujar King.

Selain menjadi ajang silaturahmi bagi seniman dan penggemar tato, gelaran ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran bagi pemula yang sedang menekuni dunia seni rajah tubuh. “Saya ikut festival ini enggak berharap menang lomba. Tapi malah ingin belajar kepada senior-senior yang sudah lama terjun di dunia tato. Saya juga bisa cari referensi dari seniman tato asal lain,” jelas pemilik Studio Momo Tato asal Pontianak, Momo, 22.

Gelaran yang mendapat dukungan dari Indonesian Subcultur ini juga mendapat perhatian dari Pemkot Solo.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Merapi Arsita Graha, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…