KECELAKAAN KARANGANYAR
5 Jam Jenazah Santoso Berhasil Dievakuasi

Petugas Satlantas Polres Karanganyar, SAR, tim medis dan tim mekanik berusaha membebaskan tiga penumpang taksi Kosti yang tergencet truk trailer bermuatan pancang beton di jalan raya Solo-Sragen di desa Kebakramat, Karanganyar Sabtu (31/8/2013). Saat petugas berusaha mengevakuasi kondisi korban dalam keadaan kritis. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)Petugas Satlantas Polres Karanganyar, SAR, tim medis dan tim mekanik berusaha membebaskan tiga penumpang taksi Kosti yang tergencet truk trailer bermuatan pancang beton di jalan raya Solo-Sragen di desa Kebakramat, Karanganyar Sabtu (31/8/2013). Saat petugas berusaha mengevakuasi kondisi korban dalam keadaan kritis. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Matahari mulai merambat turun, tapi ratusan manusia masih setia memadati ruas Jalan Solo-Sragen, Sabtu (31/8/2013), khususnya di sekitar lokasi kecelakaan maut antara truk fuso dan taksi, di Desa Weru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.

Warga desa maupun pengguna jalan itu bahkan rela terjun ke parit untuk menyaksikan secara langsung proses evakuasi korban dari dalam taksi yang ringsek tertimpa truk kontainer bermuatan paku bumi itu.

Beberapa warga tampak sibuk dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan gambar saat satu persatu korban berhasil dikeluarkan dari dalam Taksi Kosti Solo bernomor polisi AD 2521 GW itu.

“Hidup, yang itu masih hidup, Alhamdulilah,” seru salah seorang warga yang menonton proses evakuasi salah satu penumpang yang duduk di bangku belakang taksi, sekitar pukul 17.30 WIB.

Mendengar kabar itu, seorang lelaki paruh baya berbaju seragam khas sopir taksi yang juga menunggu di sekitar lokasi kecelakaan tampak sedikit lega. Dia berharap rekannya yang mengemudikan taksi naas itu bisa diselamatkan.

“Kalau melihat kondisi taksinya ringsek seperti itu, rasanya kecil kemungkinan dia masih hidup, tadi kami mencoba mengajak bicara tidak ada jawaban,” ujar dia dengan lesu dan mata berkaca.

Menurutnya, sopir taksi naas itu adalah warga Pasar Kliwon, Solo, bernama Santoso. Namun, dia mengaku tidak tahu menahu kronologi kejadian malang yang menimpa rekan sesama sopir Taksi Kosti Solo itu.

“Tadi saya baru jalan, dapat kabar dari radio panggil, katanya Santoso kecelakaan di Kebakkramat, saya langsung ke sini. Tidak tahu juga, belum lama kami masih saling kontak, dia baru bawa penumpang dari Solo,” imbuhnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Agus Tulus, menjelaskan sopir taksi itu baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, korban sudah tidak bernyawa karena menderita luka parah di bagian leher hingga kepala.

“Evakuasi driver memakan waktu paling lama, sekitar lima jam. Soalnya, tubuhnya tergencet di bawah ban kontainer, sehingga tidak kelihatan,” jelas dia kepada Solopos.com, Sabtu malam.

Tim gabungan BPBD dan Satlantas Polres Karanganyar harus menggunakan sebuah mobil crane atau semacam alat derek berukuran besar untuk menurunkan satu persatu paku bumi yang ada dalam truk fuso bernomol polisi B 9828 XA itu. Setelah seluruh paku bumi diturunkan, giliran truk yang diangkat dari dalam parit ke tepi jalan.

“Setelah truk diangkat, kami baru bisa mengeluarkan taksi dari dalam parit. Selanjutnya, jenazah korban baru bisa ditemukan dan kami keluarkan dari dalam taksi, soalnya kondisi taksi terbalik,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Agus, medan kecelakaan itu tidak terlalu sulit untuk dijangkau. Hanya, muatan truk kontainer terlampau berat, sehingga menyulitkan petugas dalam mengevakuasi korban.

“Kami mengerahkan 30 personel BPBD untuk membantu Satlantas dalam mengevakuasi, bahkan petugas dari perusahaan crane yang kami sewa juga ikut membantu,” ujarnya.

Beratnya beban kontainer diakui Agus menjadi kendala tersulit dalam proses evakuasi tubuh sopir taksi. Sementara, tubuh dua orang penumpang yang duduk di bangku bangian belakang taksi relatif mudah dievakuasi karena lebih terjangkau.

Penumpang yang duduk tepat di belakang sopir taksi berhasil keluarkan dalam kondisi tak bernyawa beberapa saat setelah kecelakaan. Sementara, satu penumpang lain yang juga duduk di bangku belakang  berhasil diselamatkan dalam waktu lebih kurang 90 menit.

Editor: | dalam: Karanganyar |
Menarik Juga »