Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok) Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok)
Senin, 26 Agustus 2013 03:15 WIB Tri Indriawati/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA KARANGANYAR
LDII Belum Tentukan Dukungan

Solopos.com, KARANGANYAR — Lembaga Dakwah Islamiah Indonesia (LDII) belum menentukan arah suara massa mereka untuk mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) dalam Pilkada Karanganyar.
Pasalnya, organisasi yang dikenal sebagai pendukung Bupati Karanganyar, Rina Iriani, dalam Pilkada lima tahun silam itu belum dapat melihat kualitas ketiga pasangan cabup-cawabup secara mendalam.

“Dalam Pilkada lalu, DPP [Dewan Pimpinan Pusat] LDII memang memberikan instruksi kepada DPD [Dewan Pimpinan Daerah] LDII Karanganyar untuk mendukung Rina Iriani, tapi kalau untuk Pilkada kali ini kami belum bisa pastikan akan mendukung siapa,” ujar Wakil Ketua DPP LDII Karanganyar, Abdul Syukur, saat dijumpai wartawan seusai acara penyerahan 300 sepeda motor dari DPP LDII kepada pengurus DPD LDII Karanganyar, di Masjid LDII Tegalgede, Karanganyar, Sabtu (24/8/2013) malam.

Abdul syukur mengatakan akan membebaskan seluruh jamaah LDII Karanganyar untuk memilih pemimpin mereka sesuai suara hati nurani masing-masing. Dia meyakini setiap anggota LDII pasti dapat menilai calon bupati yang sungguh-sungguh memiliki komitmen untuk untuk mensejahterakan rakyat.

Sebab, pada prinsipnya, segenap masyarakat menginginkan pemimpin yang berjiwa kerakyatan, mau berjuang untuk rakyat, serta senantiasa menjamin ketenangan beribadah bagi seluruh umat beragama.

Rina Iriani

“Kalau Ibu Rina boleh mencalonkan lagi, tentu kami akan memilih beliau. Tapi karena sesuai aturan tidak diperkenankan, maka kami akan melihat dulu, pasangan mana yang sekiranya memiliki sungguh-sungguh komitmen untuk mensejahterakan rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Karanganyar, Sutrimo, menyatakan perkembangan dakwah LDII semakin dapat diterima di tengah masyarakat Karanganyar. Hingga saat ini, anggota LDII sudah tersebar di 17 kecamatan serta 177 desa dan kelurahan di Bumi Intan Pari.

Pihaknya juga selalu berupaya melaksanakan kegiatan dakwah dengan tetap menaati setiap perundang-undangan yang berlaku di Kabupaten Karanganyar. “Kami selalu bersinergi dengan setiap program kerja pemerintah kabupaten,” kata dia dalam pidato sambutannya.

Selain pemberian 300 kendaraan operasional bagi para pengurus LDII di 17 kecamatan, DPP LDII juga menyalurkan bantuan uang tunai seniai Rp20 juta rupiah kepada DPD LDII Karanganyar. Selanjutnya, dana tersebut diserahkan kepada warga LDII yang berasal dari keluarga menengah ke bawah guna membantu meringankan beban dan biaya hidup mereka.

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, juga mengungkapkan rasa terimakasih kepada para

penguruh DPD LDII yang telah membantu program kerja Pemkab Karanganyar, khususnya dalam menciptakan iklim keagamaan yang kondusif.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR MITRA BANARAN MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…