HARGA KOMODITAS
Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil

Pengrajin tahu (ilustrasi/JIBI/dok)Pengrajin tahu (ilustrasi/JIBI/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO—Harga komoditas kedelai impor naik beberapa waktu terakhir. Pengrajin tahu dan tempe terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe untuk menekan biaya produksi.

Pedagang tahu di Pasar Telukan, Tukiyem, mengatakan harga jual tahu dan tempe naik sekityar Rp500 per bungkus. Selain naik ukuran tahu dan tempe yang dijual juga diperkecil. Kendati konsumen banyak mengeluh, penjualan tahu dan tempe ini tetap laris. Pasalnya, sumber protein ini banyak dikonsumsi oleh warga masyarakat.

“Harganya biasanya Rp2.000/bungkus sekarang menjadi Rp2.500/bungkus. Ukurannya juga dikurangi sedikit,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (26/8/2013).

Pedagang lain, Pariyem, 48, juga mengungkapkan hal senada. Harga tahu dan tempe yang ia beli di Pasar Legi naik Rp250/bungkus hingga Rp500/bungkus. Jika awalnya harga tahu Rp3.500/bungkus. Saat ini harganya menjadi Rp4.000/bungkus. Akibat kenaikan harga ini, keuntungan yang ia dapatkan mepet. Ia juga mengaku kenaikan harga tahu dan tempe ini mulai dirasakan setelah Lebaran.

“Saya enggak mengurangi jumlah pembelian dari tengkulak. Saya tetap membeli seperti biasa,” jelasnya.

Salah seorang pembeli yang ditemui di Pasar Sukoharjo, Harni, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja tahu dan tempe ini. Pedagang bubur ayam ini mengaku hanya mendapatkan keuntungan Rp100 setelah harga tahu dan tempe naik. Ia tidak berani menaikkan harga karena pembelinya mayoritas adalah mahasiswa. “Iya mahal sekarang. Tetapi belum berani menaikkan harga. Enggak apa-apa untung sedikit yang penting laku,” aku dia.

Pengrajin tahu di Kartasura, Joko Jumari, mengatakan kali terakhir membeli, harga kedelai impor di Kartasura sekitar Rp8.700/kg. Sebelum naik, harga kedelai impor hanya sekitar Rp7.500/kg. Akibat kenaikan harga ini, ia harus mengurangi kapasitas produksi tahu harian. Jika biasanya ia memproduksi sekitar 2 kuintal, saat ini ia hanya mengolah 1,5 kuintal. Ia mengaku kenaikan harga kedelai impor ini terjadi setelah Lebaran.

Editor: | dalam: Sukoharjo |
Menarik Juga »