KONFLIK KERATON SOLO
Sasana Putra Memanas, Kubu Mbak Moeng Berusaha Masuk

Keraton SoloKawasan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO —  Sempat mereda, konflik Keraton Solo, Minggu (25/8/2013), meruncing lagi menjelang pengukukuhan K.G.P.H Tedjowulan sebagai mahapatih yang akan dilangsungkan Senin (26/8/2013). Suasana Sasana Putra—yang saat ini menjadi kediaman PB XIII memamas.

Ada dugaan sejumlah pihak ingin menggagalkan pengukuhan tersebut dengan menggerakkan sejumlah orang dari perguruan pencak silat. Ketegangan di Keraton mencuat sejak Minggu (25/8) sore.

Dari pantauan Solopos.com di Keraton Solo, suasana di Keraton memanas ketika sejumlah orang dari kubu G.K.R. Wandansari (Mbak Moeng)–DewanAdat–berusaha membuka pintu Sasana Putra. Namun, upaya itu gagal karena pintu Sasana Putra terkunci.

Mereka kemudian menuju Pendapa Sasana Mulya dan sempat memaki-maki beberapa orang. Sasana Mulya merupakan kediaman adik Tedjowulan, GPH Dipokusumo.

Pintu di Sasana Mulya pun sempat digembok yang mengakibatkan sentana dalem dan warga tidak bisa masuk. Ketegangan mereda sekitar pukul 17.45 WIB saat kubu Mbak Moeng meninggalkan lokasi.

Namun, sejumlah orang yang diduga berasal dari perguruan pencak silat masih berjaga-jaga di Sasana Mulya. Hingga Minggu malam, sejumlah anggota polisi dan warga Baluwarti, Pasar Kliwon berjaga-jaga di sekitar Keraton Solo.

Editor: | dalam: Solo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »