PERTANIAN SRAGEN
Gerandong Serang Lahan Kacang

GerandongOrganisme pengganggu tanaman gerandon (ukflymines.co.uk)

Solopos.com, SRAGEN — Gerandong menyerang lahan kacang di Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen. Akibatnya, sebanyak tanaman kacang di 30 persen dari total lahan pertanian rusak. Gerandong  merupakan organisme pengganggu tanaman.

Kulit kacang tanah menghitam, kulit kacang bolong-bolong, biji kacang menjadi lapuk dan kacang tanah kosong tidak berbiji.

Ketua kelompok tani setempat, Sunarso, 50, ketika ditemui Solopos.com, Selasa (20/8/2013), mengatakan saat ini petani kacang tanah sedang memasuki musim panen.

Menurut pantauannya, kondisi tanaman kacang tanah di desanya tidak bagus karena penyakit gerandong tersebut bisa terlihat sebelum kacang tanah dipanen.

“Ada sekitar 30 persen tanaman kacang tanah di Somomorodukuh ini diserang semacam bakteri tanah atau gerangdong. Dari kondisi daun dan batangnya sepintas saja sudah terlihat kalau tanaman kacang itu sudah terkena penyakit. Daun-daunya terlihat menutup dan jika dipegang terasa kaku semua. Daunnya juga terlihat berwarna agak kekuning-kuningan,” paparnya.

Menurut Sunarso, jika hasil tanaman kacang tanah seperti itu berarti kondisi tanah sedang sakit.

Kondisi tanah tersebut disebabkan berbagai faktor, salah satunya kesalahan pada komposisi campuran antara pupuk kandang dan pupuk kimia saat penanam bibit dan masa pertumbuhan kacang tanah.

Jika kandungan pupuk kimia lebih besar daripada pupuk kandang, maka besar potensinya kacang tanah akan terserang gerandong. Tetapi jika kelebihan pupuk kandang tidak akan berpengaruh pada hasil kacang tanahnya.

“Kalau kelebihan pupuk kimia akan sangat berpengaruh pada biji kacangnya itu. Waktu tanaman dicabut, nanti kelihatan ukuran kacang tanahnya tidak rata, ada  yang besar dan ada yang kecil,” imbuhnya.

Suwandi, 57, mengatakan lahan kacang tanahnya terlihat sudah terserang gerandong. Lahan kacang seluas satu patok tersebut akan ditebas dalam waktu dekat ini. Hasil panennya sudah diperkirakan tidak berhasil karena hampir seluruh daun tanamannya terlihat warna kuning seperti ciri-ciri terserang gerandong.

“Perkiraan saya kerugiannya sekitar 70 persen karena sudah pasti tanaman ini terserang gerandong, ya mau bagaimana lagi,” sesalnya.

Editor: | dalam: Sragen |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »