Poster Caleg DPRD Jateng dari Partai Gerindra terpaku di pohon , di Betro, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper,  Klaten, Rabu (21/8/2013).  (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Poster Caleg DPRD Jateng dari Partai Gerindra terpaku di pohon , di Betro, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (21/8/2013). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 21 Agustus 2013 14:11 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

PELANGGARAN KAMPANYE
Ratusan Spanduk Diperkirakan Belum Ditertibkan

 Poster Caleg DPRD Jateng dari Partai Gerindra terpaku di pohon , di Betro, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper,  Klaten, Rabu (21/8/2013).  (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)


Poster Caleg DPRD Jateng dari Partai Gerindra terpaku di pohon , di Betro, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (21/8/2013). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah spanduk calon anggota legislatif (Caleg) yang dilaporkan dipasang di tempat terlarang langsung dicopot oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten.

Meski demikian, Panwaslu memperkirakan masih ada ratusan spanduk Caleg DPRD Klaten, DPRD Jateng maupun DPR yang belum ditertibkan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (21/8/2013), spanduk yang sudah ditertibkan itu di antaranya spanduk Caleg yang terpasang sekitar SDN 1 Dlimas, Ceper, di depan masjid Ar Rohmah dan institusi pendidikan Akademi Akuntansi Muhammadiyah (AAM) Klaten yang terletak di Jl Andalas No 1, Semangkak, Klaten.

Ketua Panwaslu Klaten, Suharno, mengatakan penertiban spanduk yang melanggar tersebut dilakukan pada Selasa (20/8/2013) malam.

“Namun, diperkirakan masih ada banyak pelanggaran yang ada di desa maupun kecamatan, jumlahnya ratusan [spanduk] yang dipasang tidak sesuai pada tempatnya,” tegas Suharno saat dihubungi Solopos.com, Rabu (21/8/2013).

Lebih Tegas

Bahkan, ada juga spanduk yang sudah ditertibkan petugas, selang beberapa waktu kemudian dipasang kembali.  Pasalnya, penertiban spanduk semestinya dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Panwaslu. Dia mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima undangan resmi terkait rencana penertiban tersebut.

Suharno juga meminta kepada masyarakat agar aktif dalam memberikan informasi terkait pelanggaran atribut kampanye di daerahnya.  Menurutnya, masyarakat bisa melaporkan kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di desa maupun Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Dia menegaskan tempat ibadah, institusi pendidikan dan pemerintahan dilarang sebagai tempat kampanye. Spanduk yang melintang di atas jalan juga tidak diperbolehkan baik ditali pada tiang maupun pohon.

Sementara, salah satu warga Betro, Dlimas, Ceper, Anto, 30, berpendapat pemerintah seharusnya lebih bersikap tegas terhadap Caleg maupun partai yang melakukan pelanggaran. Pasalnya, keberadaan spanduk maupun poster liar dari Caleg dinilai cukup mengganggu pemandangan dan lingkungan. Lebih lanjut, dia mengatakan di wilayahnya cukup banyak spanduk dan poster liar yang biasa terpasang menjelang Pemilu.

lowongan kerja
lowongan kerja TUNAS JAYA MOTOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…