HAMA TIKUS
Serangan Tikus Meluas ke Tanaman Jagung

Petani menebang sisa batang jagung yang belum lama ini dipanen di Desa Gedong Jetis, Tulung, Selasa (20/8/2013). Serangan hama tikus yang meluas hingga ke tanaman jagung menyebabkan petani resah. (
Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)Petani menebang sisa batang jagung yang belum lama ini dipanen di Desa Gedong Jetis, Tulung, Selasa (20/8/2013). Serangan hama tikus yang meluas hingga ke tanaman jagung menyebabkan petani resah. ( Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Memasuki musim kemarau, serangan hama tikus mulai meluas hingga ke tanaman jagung yang ada di bagian barat wilayah Kecamatan Tulung, Klaten.

Salah satu petani asal Desa Gedong Jetis, kecamatan setempat, Jumadi, 44, mengaku tanaman jagung Bisi 2 seluas 1.000 meter (m) persegi miliknya diserang tikus pada Juli-Agustus 2013. Akibatnya, panen jagung miliknya mengalami penurunan hingga 70%.

“Biasanya, untuk 1.000 m persegi tanaman jagung bisa laku Rp2,6 juta. Panen awal Agustus lalu hanya laku Rp600.000,” katanya saat ditemui Solopos.com di sawah miliknya, Selasa(20/8/2013).

Menurutnya, serangan hama tikus mulai meluas hingga ke tanaman jagung mulai awal 2013. Sebelumnya, di wilayah tersebut belum pernah diserang hama tikus. Ia mengungkapkan sudah menggunaan berbagai cara untuk memberantas hama tikus. “Salah satunya dengan menembak tikus dengan senapan angin pada malam hari, namun belum cukup efektif membasmi hama itu,” paparnya.

Capai 12,4 Hektare

Sekretaris Desa (Sekdes) Gedong Jetis, Suparno, saat ditemui Solopos.com di kantornya membenarkan adanya serangan hama itu. “Tahun sebelumnya memang tidak pernah, namun tahun ini hama tikus sampai menyerang tanaman jagung dengan ganas.”

Dia menjelaskan dari 109 hektar sawah yang ada di Gedong Jetis, 60% di antaranya atau sekitar 62 hektar ditanami Jagung. Pihaknya memperkirakan serangan hama tikus pada tanaman jagung di desanya mencapai 20% atau sekitar 12,4 hektare.

Sementara, Koordinator Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan, Tulung, Endang B, belum mendata secara pasti jumlah lahan yang terserang hama tikus. Namun, dia memperkirakan jumlah lahan yang terserang tidak terlalu luas. Menurutnya, hama tikus yang menyerang tanaman jagung disebabkan petani di daerah Cokro ada sebagian yang berhenti menanam padi.

“Akibatnya, tikus yang berada di wilayah timur berpindah tempat ke wilayah barat yang ada makanan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hama itu, dia meminta kelompok tani untuk rutin melakukan gropyokan tikus. Selain itu, kelompok tani bisa mengajukan permohonan bantuan obat pembasmi hama dari Dinas Pertanian Klaten dengan rekomendasi dari pengamat hama Kecamatan.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »