Foto ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kamis, 15 Agustus 2013 11:59 WIB MG Noviarizal Fernandez/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Diduga Epilepsi Kambuh, Sarono Tewas Tenggelam

Foto ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, KULONPROGO- Diduga akibat penyakit epilepsinya kambuh, Sarono,27, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, tewas di saluran irigasi setempat, Rabu (14/8/2013) petang.

Informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Dusun Ledok, Sidorejo. Penemuan jenazah tersebut bermula ketika saksi, Senam,50, tetangga korban melintas di saluran irigasi Sudo, Sidorejo.

Saat itulah, saksi melihat sesosok jasad tertelungkup di aliran air dengan posisi bagian leher dan kepala tenggelam. Merasa penasaran, Senam kemudian menghampiri jasad tersebut dan langsung kaget saat mengetahui bahwa itu adalah jasad tetangganya sendiri.

“Saya kemudian berteriak minta tolong. Kemudian datang Wakidi, warga Sidorejo juga. Setelah dia datang, kami kemudian lapor polisi,” jelas dia, Kamis (15/8).

Mendapat informasi tersebut, jajaran Polsek Lendah segera mendatangi lokasi penemuan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melibatkan tim medis dari Puskesmas Lendah II.

Kapolsek Lendah Ajun Komisaris Polisi Bambang HP yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia dari hasil pemeriksaan kondisi fisik korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, diduga korban tewas karena penyakit epilepsinya kambuh. Jenazah korban langsung dikembalikan ke pihak keluarga,” pungkas kapolsek.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…