Pedagang bunga tabur di Pasar Kota Boyolali (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)
Kamis, 8 Agustus 2013 17:05 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Boyolali Share :

LEBARAN 2013
Pedagang Bunga Tabur Pasar Kota Boyolali Tuai Panen

Pedagang bunga tabur di Pasar Kota Boyolali (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Pedagang bunga tabur di Pasar Kota Boyolali (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Pedagang penjual bunga tabur di Pasar Kota Boyolali panen dalam dua hari terakhir, Rabu-Kamis (7-8/8/2013). Hal itu karena saat Lebaran, warga biasanya melakukan tradisi ziarah.

Salah seorang pedagang bunga tabur di Pasar Kota Boyolali, Sri Mulyati, 51,  menuturkan pembeli bunga tabur mulai ramai sejak H-1 Lebaran, atau Rabu (7/8/2013).

“Ya yang beli lebih banyak kalau dibandingkan hari-hari biasa,” ujar Sri ketika ditemui wartawan di Pasar Kota Boyolali, Kamis (8/8/2013).

Sri mengatakan Rabu kemarin, dirinya kulakan bunga tabur sebanyak enam keranjang besar dengan harga Rp75.000 per keranjang. Kemudian ia menjualnya dengan kemasan keranjang berukuran sedang dan kecil mulai dari harga Rp15.000 hingga Rp30.000 per keranjang.

“Kemarin dagangan saya habis karena pembelinya juga lumayan banyak,” katanya.
Sementara pedagang lainnya, Suwarni, 46, juga mengakui banyaknya pembeli saat awal Syawalan tersebut. Bila sehari-harinya ia berjualan di Pasar Kembang Solo, namun lantaran sedang masa Lebaran, ia memilih berjualan di Pasar Kota Boyolali karena sekalian mudik ke tempat asalnya di Musuk.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…