Ilustrasi penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). (Dok/JIBI/Solopos) Ilustrasi penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). (Dok/JIBI/Solopos)
Selasa, 30 Juli 2013 07:14 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Boyolali Share :

BLSM BOYOLALI
Ribuan Penerima BLSM Belum Ambil Jatah

Ilustrasi penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). (Dok/JIBI/Solopos)

Ilustrasi penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 2.438 warga penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kabupaten Boyolali, belum mengambil jatah mereka di kantor pos setempat.

Terkait hal itu, pihak Kantor Pos Boyolali belum dapat memastikan jumlah itu merupakan jumlah penerima yang tepat sasaran atau tidak.

“BLSM di Boyolali sudah tersalurkan sekitar 96,18 persen atau 61.714 orang dari jumlah seluruhnya 64.166 orang. Sisanya masih ada 3,8 persen atau 2.438 orang yang belum mengambil jatah mereka di kantor pos,” ujar Kepala Kantor Pos Boyolali, Indriyatmoko kepada wartawan, Senin (29/7/2013).

Indriyatmoko memastikan warga yang masuk dalam daftar penerima BLSM tersebut sudah mendapatkan kartu perlindungan sosial. Sementara menurut laporan yang diterimanya, Indriyatmoko menyebutkan tercatat ada 291 penerima yang dilaporkan telah meninggal dunia.“Bagi penerima BLSM yang sudah meninggal dunia, jatah BLSM-nya harus dikembalikan,” ungkap dia.

Di sisi lain, Indriyatmoko mengatakan hingga Senin, pihaknya belum menerima pergantian atau perubahan warga penerima BLSM dari Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai kepanjangan tangan Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) di tingkat kecamatan.

Dijelaskan dia, perubahan daftar penerima BLSM sesuai mekanisme harus melalui musyawarah desa kemudian disampaikan melalui kantor pos oleh TKSK. Perubahan data tersebut juga harus diisikan pada formulir khusus pergantian. Saat ini formulir tersebut menurut dia sudah sampai di TKSK, hanya saja belum diserahkan ke Kantor Pos, termasuk untuk pergantian warga yang meninggal. “Yang belum mengambil BLSM itu kami tidak bisa pastikan tidak tepat sasaran, bisa jadi karena mereka belum sempat mengambilnya kemarin,” jelas dia.

Sementara pengambilan BLSM, lanjut dia, akan dilayani hingga 2 Desember 2013. Lepas dari tanggal tersebut, maka dana BLSM yang belum tersalurkan otomatis akan dikembalikan ke kas negara.

lowongan kerja
lowongan kerja TOKO ESTU LUWES, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…