Petugas Satpol PP Boyolali menunjukkan gir motor yang diduga akan digunakan pelajar SMK melakukan aksi tawuran di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali (Sephtia Ryanthie/JIBI/Solopos) Petugas Satpol PP Boyolali menunjukkan gir motor yang diduga akan digunakan pelajar SMK melakukan aksi tawuran di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali (Sephtia Ryanthie/JIBI/Solopos)
Sabtu, 27 Juli 2013 18:36 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Boyolali Share :

AKSI TAWURAN
Ditemukan Gir Motor dan Bom Molotov, 18 Pelajar SMK Diamankan Polisi Boyolali

Petugas Satpol PP Boyolali menunjukkan gir motor yang diduga akan digunakan pelajar SMK melakukan aksi tawuran di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali (Sephtia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Petugas Satpol PP Boyolali menunjukkan gir motor yang diduga akan digunakan pelajar SMK melakukan aksi tawuran di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali (Sephtia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 18 pelajar dari beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK), terpaksa diamankan aparat Polres Boyolali karena diduga akan melakukan aksi tawuran, Sabtu (27/7/2013).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu, penangkapan terhadap belasan pelajar itu berawal dari laporan warga yang menaruh curiga karena melihat puluhan pelajar bergerombol di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali, dekat SMK Ganesha Tama, Sabtu siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Merasa khawatir para pelajar itu akan menyerbu SMK Ganesha Tama, warga pun bergegas menginformasikan hal itu kepada polisi. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat berwajib dengan mendatangi lokasi.

Melihat kedatangan polisi, para pelajar itu pun langsung berhamburan melarikan diri untuk menghindari tangkapan polisi. Beberapa orang di antaranya bahkan berusaha bersembunyi. Saat itulah, tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tengah berpatroli di kawasan itu melihat kejadian tersebut. Petugas Satpol PP pun segera turun tangan untuk membantu polisi. Sempat terjadi kejar-kejaran antara para pelajar dan aparat.
Hingga akhirnya ada 18 pelajar yang berhasil diamankan petugas. Mereka pun langsung dibawa ke Mapolres Boyolali, untuk didata identitas mereka dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebanyak 18 siswa yang terjaring itu diketahui berasal dari dua SMK di Kabupaten Semarang, yaitu SMKN 1 Tengaran dan SMKN Kaliwungu, SMK Kristen Salatiga, SMKN 1 Mojosongo Boyolali dan satu pelajar dari SMK Ganesha Tama Boyolali.

Menurut keterangan Kasi Tribum dan Tranmas Satpol PP Boyolali, Radityo Sumarno, yang ikut membantu polisi mengamankan para pelajar tersebut, ditemukan bom molotov di tepi jalan tempat para pelajar itu bergerombol. Namun belum diketahui pasti pemilik benda itu karena para pelajar tersebut tidak ada yang mengakuinya.

Sementara data yang dihimpun dari Polres Boyolali, selain bom molotov, di lokasi kejadian petugas juga menemukan serangkai gir motor yang ditali menggunakan ikat pinggang. Benda itu juga belum diketahui pemiliknya. Kedua benda itu pun diamankan petugas berikut sepeda motor para pelajar tersebut. Oleh petugas di Mapolres, para pelajar tersebut didata identitasnya dan diberikan pembinaan.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Merapi Arsita Graha, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…