VANNY ROSSYANE Siap Mati, Jika Mendadak Tewas Pembunuhnya Pasti Freddy atau Anggita

Vanny Rossyane saat tampil dalam Liputan 6 Petang, Kamis (25/7/2013).(liputan6.com)Vanny Rossyane saat tampil dalam Liputan 6 Petang, Kamis (25/7/2013).(liputan6.com)

Solopos.com, SOLO — Terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman bisa mengedalikan bisnis dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta. Bukan hanya itu, Freddy bahkan disadari Vanny Rossyane, 22, bisa saja membalas dendam dengan mencelakainya hanya dengan berdiam diri dalam penjara.

“Saya sudah siap mati ketika saya keluarkan statement,” ujar Vanny saat diwawancarai wartawan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (25/7/2013). Dalam perbincangan offair sebelumnya, Vanny menegaskan Ferrdy masih sangat berkuasa kendati telah dikurung di LP Cipinang. “Dia mau apa saja bisa, Mas,” tegas Vanny saat berbincang dengan kru SCTV dalam perjalanan menuju studio.

Dalam wawancara berikutnya sebagaimana dikutip Vivanews, Jumat (26/7/2013), Vanny bahkan menambahkan petunjuk dalam mengungkap misteri apabila ia kelak mendadak meninggal dunia. “Saya tidak takut mati. Kalau saya mati tiba-tiba, itu pasti perbuatan Freddy dan Anggita Sari. Mereka pasti yang ngerjain saya,” kata Vanny.

Seperti diberitakan sebelumnya, Vanny Rossyane, 22, membongkar diskriminasi perlakuan bagi warga binaan di LP Narkotika Cipinang, Jakarta. Pernyataannya itu menghebohkan dunia dan membuat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pontang-panting membenahi sistem pemasyarakatan yang telah lama dikabarkan amburadul.

Kendati semula Vanny mengaku membongkar borok lembaga pemasyarakatan itu karena sakit hati dengan perlakuan Freddy Budiman yang mencampakkannya gara-gara menduakan hati dengan Anggita Sari, belakangan ia juga mendapatkan kenyataan bahwa langkahnya itu bagaikan tiupan peluit pembenahan atas penyimpangan di lembaga pemasyarakatan Indonesia. “Masak bobrok terus,” tukasnya.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »