Sabtu, 20 Juli 2013 22:20 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Solo Share :

HUT WO SRIWEDARI
Sembadra-Srikandi Kembar jadi Puncak Kegiatan

Solopos.com, SOLO — Puncak acara pentas wayang orang Gabungan memeriahkan hari jadi Wayang  Orang (WO) Sriwedari, Solo, dihelat Sabtu (20/7/2013) malam. Gedung WO Sriwedari yang berada di Kompleks Taman Sriwedari dibanjiri penonton dari Solo dan sekitarnya selepas waktu Isya.

Malam itu adalah pementasan terakhir dalam rangkaian peringatan hari jadi WO Sriwedari. Dua hari sebelumnya pentas wayang orang membawakan lakon Satriya Pinilih dan Boma Kridha. Penonton tidak dipungut biaya untuk menikmati suguhan saban malamnya. Pada Sabtu malam, penonton dihibur kisah Sembadra-Srikandi Kembar.

Lakon ini menceritakan perebutan wahyu cahya buwana di Madukara. Dikisahkan, turunnya wahyu yang diyakini bakal mengangkat derajat pemegangnya itu harus disertai mahar Sembadra dan Srikandi. Hal ini membuat dua tokoh antagonis yakni Goda Kumara (Dasamuka) dan Resi Durna mencoba merebut Sembadra dan Srikandi dari Arjuna.

Mereka merasa mendapatkan wisik bisa mendapatkan wahyu cahya buwana. Di sisi lain, Arjuna malah tidak mengetahui perihal akan turunnya wahyu cahya buwana dari kahyangan. Melihat situasi tersebut, Wisanggeni (putra Arjuna) merasa perlu mengambil tindakan demi keselamatan rakyat Madukara. Dia meminta ayahnya supaya berangkat ke kahyangan bersama Sembadra-Srikandi, menghadap Batara Guru.

Namun Wisanggeni tidak memberitahu alasan utama permintaannya tersebut kepada Arjuna. Sepeninggal keberangkatan Arjuna dan Sembadra-Srikandi ke kahyangan terjadi keributan di Madukara. Upaya Resi Durna dan Goda Kumara merebut Sembadra-Srikandi semakin menjadi-jadi. Untuk mengelabui dua orang ini, Wisanggeni mengubah Gatotkaca, Ontorejo, Gareng dan Bagong, menjadi dua pasang Sembadra-Srikandi.

Setibanya Arjuna di kahyangan, dia kaget saat mendapatkan wahyu cahya buwana. Sebuah wahyu yang akan mengantarkannya menjadi pemimpin yang adil dan memberikan kemakmuran bagi rakyat. Sutradara lakon Sembadra-Srikandi Kembar, Prihat Natalis Nugroho, saat ditemui Solopos.com menjelaskan, kisah ini ibarat cermin untuk refleksi diri.

“Bila ingin mendapatkan wahyu, jalani lah darma setiap hari,” ungkapnya.

Pementasan wayang orang gabungan di Gedung WO Sriwedari mendapatkan perhatian besar masyarakat. Bukan hanya wong Solo, sejumlah warga negara asing (WNA) peserta program beasiswa seni dan budaya Kementerian Luar Negeri RI, ikut menyemarakkan acara. Bahkan ada empat WNA ambil bagian menjadi penari Prawira Watang, sebagai pentas pembuka.

lowongan kerja
lowongan kerja KOTAK POS 1070 KPC JATEN 57771, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

Leave a Reply





dress-widya

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…