KURIKULUM 2013
Penyaluran Buku Paket SMP Tak Merata

ilustrasi buku paket SMP--acehkinicom

ilustrasi buku paket SMP--acehkinicomSolopos.com, SOLO – Penyaluran buku paket pendukung Kurikulum 2013 tidak dilakukan secara merata kepada seluruh SMP percontohan di Solo. Selain terdapat sekolah yang kekurangan buku paket, ada pula sekolah yang kelebihan buku paket.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, jumlah buku paket pendukung Kurikulum 2013 jenjang SMP sesuai dengan jumlah mata pelajaran (mapel) yang diajarkan, yakni sembilan mapel. Sembilan mapel meliputi PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes), Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Agama.

Seperti yang diketahui, Senin (15/7/2013) buku paket mapel Pendidikan Agama jenjang SMP masih berada di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo. Pantauan Espos, Selasa (16/5/2013), buku tersebut telah diditrisbusikan ke 12 SMP percontohan.

Sementara itu, sejumlah SMP percontohan mengalami kekurangan dan kelebihan jumlah buku paket. Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMPN 1, Wuryanto, mengatakan sekolahnya baru menerima masing-masing 39 eksemplar dari delapan jenis buku paket (kecuali Pendidikan Agama). Padahal, sekolah itu memiliki 259 siswa kelas VII yang mengikuti Kurikulum 2013. Jika ditotal, SMPN 1 baru menerima 312 buku untuk delapan mapel. Seharusnya, sekolah mendapat 2.072 eksemplar buku untuk delapan mapel.
Dengan begitu, kekurangan buku paket untuk delapan mapel di SMPN 1 sebanyak sebanyak 1.760 eksemplar.

Wuryanto melanjutkan, sebanyak 147 buku paket mapel Pendidikan Agama telah diterima sekolahnya, Selasa pagi. Jumlah itu terdiri dari 144 eksemplar buku paket Pendidikan Agama Islam, dua eksemplar buku paket Pendidikan Agama Kristen dan satu eksemplar buku paket Pendidikan Agama Katolik.
Terkait berapa jumlah kekurangan buku paket mapel Pendidikan Agama, Wuryanto belum melakukan pengitungan lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi kekurangan buku pegangan, seluruh guru mapel yang mengampu kelas VII sudah mendapatkan salinan softcopy sembilan buku paket.

Menurut Wuryanto, softcopy juga bisa diberikan kepada siswa agar kekurangan buku bisa teratasi sementara. “Penggandaan buku paket juga akan kami lakukan. Bagaimana mekanismenya masih akan dibahas bersama. Soal biaya penggandaan akan ditanggung sekolah atau guru, kami belum bisa memastikan,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang guru, Selasa siang.

Kondisi sebalinya justru terjadi di SMP Al Islam 1 yang mendapatkan kelebihan 15 eksemplar untuk masing-masing delapan jenis buku paket.
Waka Humas dan Program Khusus SMP Al Islam 1, Retnawati Kiding, menerangkan jumlah siswa kelas VII di sekolahnya sebanyak 309 siswa. Jumlah masing-masing buku paket dari delapan mapel yang diterima pihaknya sebanyak 324 buku. Mengenai pemanfaatan total kelebihan 120 buku paket, pihak SMP Al Islam akan berkonsultasi dengan dinas terkait.
“Kemungkinan akan disalurkan kepada sekolah yang kekurangan buku paket. Tetapi tentu akan kami konsultasikan secara internal dan eksternal,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa siang.

Meski terdapat kelebihan, SMP Al Islam juga mengalami kekurangan buku paket mapel Pendidikan Agama Islam. Sekolah itu baru mendapatkan 144 buku paket mapel Pendidikan Agama Islam, Selasa pagi. Karenanya, masih tercatat kekurangan 165 eksemplar buku paket mapel Pendidikan Agama Islam di SMP Al Islam. Menurut Retnawati, penggandaan buku untuk mengatasi kekurangan kemungkinan akan dilakukan. Namun, dia memastikan biaya penggandaan ditanggung oleh sekolah.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »