Ilustrasi penukaran uang baru (Burhan Aris Nugraha/Solopos/Dok.) Ilustrasi penukaran uang baru (Burhan Aris Nugraha/Solopos/Dok.)
Jumat, 12 Juli 2013 12:44 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Umum Share :

TUKAR UANG BARU
BI Batasi Pasokan Uang Pecahan Baru ke Bank

Ilustrasi penukaran uang baru (Dok/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Ilustrasi penukaran uang baru (Dok/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SOLO — Kalangan perbankan di Kota Solo, pasokan pecahan uang baru dari Bank Indonesia (BI) ke sejumlah bank dibatasi. Akibatnya, penukaran dari nasabah menjadi sangat terbatas.

Menurut Assistant Manager Operasional Bank BRI Solo Sudirman, Muhammad Sutopo, total nilai pecahan uang baru yang diterima BRI dari BI hanya Rp11 miliar. Angka ini jauh lebih sedikit ketimbang kebutuhan pecahan uang baru pada musim Puasa tahun lalu yang mencapai Rp40 miliar.

“Berdasarkan data yang kami terima, rencananya kami hanya akan mendapatkan dropping pecahan uang baru senilai Rp15,8 miliar. Tapi sekarang kami baru dapat Rp11 miliar. Itu pun sudah kami bagi-bagi ke cabang, dan cabang sudah dibagi ke unit masing-masing,” kata Sutopo, kepada Solopos.com, Jumat (12/7/2013).

Informasinya, lanjut Sutopo, permintaan pecahan uang baru itu menunggu tambahan dropping dari Semarang.

“Katanya kalau ada kiriman lagi dari Semarang, bank bisa dapat jatah lagi. Tapi kalau nggak ada, ya sudah.”

Sutopo menyampaikan, saat ini permintaan pecahan uang baru dari nasabah sudah sangat tinggi. Mulai dari pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 hingga Rp2.000-an.

Sementara, Kepala Layanan BCA Solo Slamet Riyadi, Sindoe Surya, justru menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum mendapat kepastian dari BI berapa pecahan uang baru yang akan diterima BCA.

“Kami belum bisa bicara, karena sampai saat ini pun kami belum dapat kiriman pecahan uang baru dari BI,” kata Sindoe.

Hanya saja Sindoe mengakui, kecenderungan setiap permintaan kebutuhan pecahan uang baru itu tidak 100% bisa dipenuhi.

Sindoe mengatakan, saat ini nasabah BCA sudah banyak yang menanyakan layanan penukaran pecahan uang baru. Pihaknya pun berharap fasilitas ini bisa segera dilayani, agar masyarakat atau nasabah tidak membeli uang baru di pinggir jalan.

“Karena risikonya, kalau beli uang baru di jalanan, pasti ada ongkos sekian persen. Kalau tukar langsung di bank kan tidak ada tambahan ongkos.”

Saat dimintai konfirmasi, Deputi Pemimpin BI Solo Bidang Sistem Pembayaran dan Informasi Intern (SPMI), Tigor Silalahi, menyampaikan bahwa pada intinya BI tidak membatasi pasokan pecahan uang baru ke bank-bank. Stok uang di BI, kata dia, masih mencukupi dan sesuai dengan estimasi kebutuhan uang selama Puasa hingga Lebaran senilai Rp2,2 triliun.

“Memang ada kecenderungan bank mengajukan permintaan uang itu berlebihan. Kami hanya mengatur akan jangan sampai terjadi over stok, yang nantinya malah uang dikembalikan lagi ke BI setelah Lebaran.”

Dropping pecahan uang baru ke bank-bank saat ini, menurut Tigor, dinilai cukup sampai Lebaran.

“Kalau BI dapat dropping lagi baik dari Semarang atau dari Jakarta, nanti kebutuhan uang pecahan di bank-bank akan kami penuhi lagi.”

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…