JIBI/Harian Jogja/IST Hari Leo
Jumat, 12 Juli 2013 17:14 WIB Kurniyanto/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Penyair Terkemuka Jogja Hari Leo Tutup Usia

JIBI/Harian Jogja/IST
Hari Leo

Harian Jogja, JOGJA – Kabar duka menyelimuti dunia pertunjukkan satra Jogja. Salah satu penyair terbaik Jogja, Hari Leo, meninggal dunia di usia 54 tahun.

Pria bernama Hari Asterenggo itu tiba tiba mengalami sesak napas dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan saat hendak dibawa menuju PKU, Muhammdiyah, JL KH Ahmad Dahlan, Jumat (12/7/2013), dini hari.

Agus Sandiko, rekan amarhum yang pada malam kejadian sempat menemani Hari Leo sebelum meninggal dunia menuturkan pada malam kejadian ia melihat kondisi Hari Leo sehat dan segar. Dirinya bahkan sempat mengantarkan Hari Leo bersama istri pertamanya, Adriana, menuju stasiun lempuyangan menjemput kawan arab Hari Leo yang datang dari Surabaya.

“Kawannya itu mau menyekolahkan anaknya untuk kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI). Almarhum diminta tolong untuk membantu,” kata Agus kepada Harian Jogja, Jumat (12/7/2013) saat melayat dikediaman Hari Leo di Notoprajan, Ngampilan, Jogja.

Usai menjemput rekannya itu, dengan menggunakan mobil, rombongan berkeliling kota sejenak salah satunya untuk makan di salah satu warung gudeg daerah Widjilan. Setelah makan, Hari Leo lantas meminta Agus untuk diantarkan menuju hotel di taman siswa untuk mencarikan penginapan kawannya yang datang dari Surabaya itu.

“Setelah dapat hotel tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB saya diminta untuk meninggalkan almarhum bersama istrinya karena hendak menemani kawannya itu dahulu,” terangnya.

Tidak lama berselang sekitar pukul 00.30 WIB, Agus mendapatkan telepon dari Adriana yang mengabarkan bahwa Hari Leo mendadak mengalami sesak napas. Dia pun kembali mendatangi hotel itu, ternyata mendiang sudah dibawa menuju RSU PKU Muhammadiyah, Jogja.

“Saya kesana beliau beliau sudah meninggal dunia,” ucapnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…