Ilustrasi Pembunuhan (Dok/Solopos)
Kamis, 11 Juli 2013 11:41 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Jogjapolitan,Sleman Share :

MAYAT ABG SLEMAN
Terbongkar Karena Coretan Cinta

JIBI/Harian Jogja/SOLOPOS
Ilustrasi Pembunuhan

Harian Jogja.com JOGJAPembunuhan sadis dengan korban Nanda Amalia Setyowati, 15, cepat terungkap. Apa petunjuk kunci yang digunakan polisi?

Ternyata pengungkapan berhasil dilakukan setelah polisi berhasil menganalisa coretan-coretan yang ditinggalkan oleh para pelaku di lokasi pembunuhan. Tulisan pertama berada di titik pagar TK Tunas Wisata menggunakan kapur warna merah. Dalam tulisan tersebut menyatakan bahwa “kamu berubah, tidak seperti dulu lagi, kamu nyebai, maaf”.

Kemudian tulisan lain yakni berada di dalam pagar sekolah tepatnya di tempat duduk beton depan TK. Tertulis ada pesan asmara berikut nama salah satu tersangka serta tanggal mereka memulai pacaran yakni 21 Juni 2013. Tulisan tersebut kurang lebih berbunyi ”YS Love EP”. Dari sinilah semuanya akhirnya terbongkar

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Heru Muslimin menyatakan berkat kegigihan dan kejelian anggotanya dalam menganalisa pesan tulisan itu hingga kemudian bisa diketemukan identitas korban. Pihaknya kemudian menemui orangtua korban hingga mendapatkan keterangan yang mengarah ke dugaan pelaku.

Senin (8/7/2013) malam anggotanya kemudian menangkap AY yang kemudian berkembang pada tersangka YS, DG dan SS. Mereka ditangkap dalam waktu cepat karena rumahnya masih dalam satu pedukuhan.

”Berkat kegigihan analisa anggota kami di lapangan. Tulisannya itu kan kamu berubah, tentu pacar kan. Dari sana kami terus bergerak cepat,” ungkapnya, Rabu (10/7/2013).

Dalam perkembangan penyidikan, Polres Sleman menaikkan status AY, 13 dari saksi menjadi tersangka.
Dengan ditetapkannya AY jumlah tersangka kini tersangka menjadi tiga orang dengan satu masih berstatus saksi.

Tiga pelaku yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka adalah YS, DG, dan SS. Adapun EP yang mengaku sebagai pacar YS hingga kemarin masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Dalam pusaran kasus tersebut gadis belia berinisial EP itu disuruh oleh para pelaku agar menghubungi lewat pesan pendek (SMS) kepada korban untuk datang ke TK Tunas Wisata.

Sebelumnya Nanda Amalia Setyowati ditemukan tewas mengenaskan di depan pintu kelas TK Tunas Wisata Ambarukmo Senin (8/7/2013).

Heru Muslimin menjelaskan pihaknya sudah menetapkan empat tersangka. AY alias GT dinaikkan statusnya menjadi tersangka karena turut serta membantu aksi pembunuhan.

Ia menambahkan ada dua peran AY dalam kasus tersebut. Pertama menjaga suasana sekitar lokasi pembunuhan dan memastikan dalam keadaan aman dari penglihatan orang. Saat ketiga pelaku melakukan penganiayaan, AY berjaga di jalan belokan sebelah utara TK Tunas Wisata yang merupakan satu-satunya gang utama masuk menuju lokasi. Lokasi penjagaan yang dilakukan AY sebenarnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari pos satpam kampus dan perumahan di kawasan itu.

“Dia [AY] berjaga di sekitar lokasi, kalau ada orang mau lewat dia bilang jalan buntu,” terang Heru.

Kedua, lanjut Heru, AY juga membantu mencarikan ember berisi air yang diambil dari sekitar kampus Stipram Jogja tepatnya di belakang Hotel Royal Ambarrukmo. Ember berisi air itu digunakan AY dan pelaku lain untuk mencuci pisau yang berlumuran darah. Saat membunuh DG yang menggunakan pisau itu untuk menusuk korban pada pinggang bagian belakang. Pisau tersebut biasa digunakan untuk memotong roti dipersiapkan SS sebelumnya atas perintah YS.

Menurutnya EP masih ditetapkan sebagai saksi karena saat kejadian pembunuhan dia tidak berada di lokasi. Heru masih mendalami peran EP dalam kasus itu. Kendati demikian berdasarkan keterangan YS, ia yang meminta EP untuk menghubungi korban melalui SMS agar datang ke TK Tunas Wisata.

“EP saat kejadian dia tidak ada di TKP, tapi entah tahu rencana itu atau tidak. EP ini masih kami dalami untuk kepentingan pemeriksaan dia masih dititipkan di Unit PPA Polres [Sleman],” ujarnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…