GEMPA ACEH : Presiden Tak Akan Tengok Lokasi Bencana

Rabu, 03/7/2013
Anggi Oktarinda/JIBI/Bisnis
Petugas medis menggendong seorang bocah korban gempa di Aceh Tengah, Selasa (2/7/2013). Bocah itu, Rabu (3/7/2013), dievakuasi dengan pesawat untuk dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh. (JIBI/Solopos/Antara/Ampelsa)Petugas medis menggendong seorang bocah korban gempa di Aceh Tengah, Selasa (2/7/2013). Bocah itu, Rabu (3/7/2013), dievakuasi dengan pesawat untuk dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh. (JIBI/Solopos/Antara/Ampelsa)

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak berencana menengok Aceh yang tengah dilanda bencana. Pemerintah, menurut Juru Bicara Presiden Julian A. Pasha, hanya akan menurunkan personel TNI dan Polri untuk membantu para korban bencana gempa bumi di Aceh jika memang diperlukan.

“Saat ini dilaporkan kondisi sudah berlangsung normal. Memang ada korban, tetapi pada saat ini dilaporkan situasi sudah terkendali dan diatasi dengan baik,” ujar Julian, Rabu (3/7/2013). Laporan itu, menurut dia, diterima langsung oleh presiden dari kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Atas laporan itu, menurut Julian, presiden telah menginstruksikan kepala BNPB untuk melakukan upaya dan langkah-langkah yang diperlukan, terutama untuk menyelamatkan para korban. Dia menyebutkan tindakan evakuasi dan pertolongan kepada para korban bencana menjadi prioritas utama. “Bilamana diperlukan, sesuai instruksi presiden, akan diturunkan personel TNI dan Polri untuk membantu para korban bencana alam,” tegas Julian.

Julian menyebutkan presiden memantau perkembangan yang terjadi di Aceh pascagempa bumi . Namun demikian presiden diakuinya belum punya rencana melakukan kunjungan ke Aceh. Di sisi lain, tambahnya, presiden juga sudah menginstruksikan kepada menteri-menteri terkait untuk saling berkoordinasi untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa.