Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dokumen)
Selasa, 2 Juli 2013 16:43 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Umum Share :

Pembatalan Taekwondo di Pomnas Tuai Kritik

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dokumen)

Solopos.com,SLEMAN – Dibatalkannya cabang olahraga taekwondo dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) mendapat kritik dari pelatih taekwondo Vincentius Yoyok Suryadi. Pemegang Dan VII itu menilai keputusan penghapusan cabang taekwondo di Pomnas keluar dari semangat pembinaan atlet.

Kepada Harian Jogja beberapa waktu lalu, Yoyok mengaku kecewa dengan keputusan dibatalkannya cabang olahraga beladiri asal Korea itu dalam agenda pelaksanaan Pomnas. Menurutnya alasan pembatalan karena teknis peraturan pertandingan tidak masuk akal.

Yoyok menegaskan, permasalahan peraturan dan teknis pertandingan sebenarnya tidak layak menjadi alasan karena dapat diperbincangkan. Selain itu ditiadakannya cabang taekwondo juga mengurangi kesempatan atlet-atlet taekwondo dari kalangan mahasiswa untuk mengasah pengalaman bertanding. Padahal pembinaan atlet-atlet muda taekwondo semestinya menjadi prioritas utama dalam ajang olahraga.

“Peraturan dan teknis mestinya tidak jadi permasalahaan, itu kan bisa dibicarakan. Yang jadi masalah karena pembatalan ini kita jadi kehialngan tempat untuk melakukan pembinaan atlet terutama dalam memberikan pengalaman bertanding,” ujarnya, Selasa (2/7/2013).

Keputusan ditiadakannya cabor taekwondo diambil Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomni) dalam rapat kerja nasional yang digelar diYogyakarta 4-5 Juni 2013 lalu. Meski taekwondo batal dipertandingkan, tetapi 15 cabang olahraga lainnya tetap akan digelar dalam Pomnas ke 13 di DIY 25 November-1 Desember 2013 mendatang.

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…