Duh, Pria Tak Dikenal Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

ilustrasi tersengat listrik (JIBI/SOLOPOS/Dok)ilustrasi tersengat listrik (JIBI/SOLOPOS/Dok)

KLATEN – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah Desa Karang, Delanggu, Kamis (27/6/2013) pagi. Pria itu tewas dengan kaki gosong setelah tersengat kawat yang dialiri listrik.

Pemilik sawah, Sukatno, mengatakan kejadian itu kali pertama diketahui oleh salah seorang petugas jaga toko yang berdekatan dengan sawah miliknya sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis. Saat berkeliling ke belakang toko, petugas melihat tubuh seseorang yang tergeletak di antara tanaman padi. Setelah itu, petugas jaga melapor kepada Sukatno dan Polsek Delanggu.

“Saya diberi tahu penjaga toko ada tanaman padi yang rusak, lalu setelah saya cek ternyata ada mayat,” kata Sukatno kepada wartawan di lokasi, Kamis pagi. Saat ditemukan, sambungnya, korban tewas dalam keadaan kaki gosong dan masih terlilit kawat. Menurutnya, kawat yang dialiri listrik itu berfungsi sebagai pengusir hama tikus yang saat ini menjadi musuh petani.

Setelah mendapatkan laporan itu, Polsek Delanggu langsung melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP). Aparat langsung mengamankan kawat dan lampu yang digunakan untuk jebakan listrik itu sebagai barang bukti. Jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk divisum. Korban diperkirakan berusia sekitar 70 tahun.

“Hasil visum menunjukkan korban tewas tersengat aliran listrik dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kapolsek Delanggu AKP Sutanto, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis. Pihaknya mengaku tidak menemukan identitas dari tubuh korban.

Dia juga belum bisa menyimpulkan korban tewas mengalami gangguan jiwa atau tidak. Namun, saat tewas, korban memang mengenakan pakaian yang compang-camping Masyarakat sekitar juga mengaku tidak mengenal sosok korban yang tewas itu.

Dia menyayangkan perbuatan masyarakat yang memilih menggunakan jebakan kawat listrik sebagai pengusir tikus. Padahal, jebakan itu memiliki risiko yang tinggi.

“Apalagi itu kawat terbuka yang dialiri listrik, sehingga sangat membahayakan keselamatan orang. Harga nyawa orang dengan padi mahal mana? Padi ada yang menjual tetapi nyawa tidak ada yang menjual,” jelasnya.

Sutanto mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kawat beraliran listrik sebagai pengusir tikus. Dia juga berharap kasus kematian akibat kawat beraliran listrik itu menjadi kasus yang terakhir.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »