ilustrasi tersengat listrik (JIBI/SOLOPOS/Dok) ilustrasi tersengat listrik (JIBI/SOLOPOS/Dok)
Kamis, 27 Juni 2013 16:21 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/SOLOPOS Klaten Share :

Duh, Pria Tak Dikenal Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

ilustrasi tersengat listrik (JIBI/SOLOPOS/Dok)

KLATEN – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tidak bernyawa di tengah sawah Desa Karang, Delanggu, Kamis (27/6/2013) pagi. Pria itu tewas dengan kaki gosong setelah tersengat kawat yang dialiri listrik.

Pemilik sawah, Sukatno, mengatakan kejadian itu kali pertama diketahui oleh salah seorang petugas jaga toko yang berdekatan dengan sawah miliknya sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis. Saat berkeliling ke belakang toko, petugas melihat tubuh seseorang yang tergeletak di antara tanaman padi. Setelah itu, petugas jaga melapor kepada Sukatno dan Polsek Delanggu.

“Saya diberi tahu penjaga toko ada tanaman padi yang rusak, lalu setelah saya cek ternyata ada mayat,” kata Sukatno kepada wartawan di lokasi, Kamis pagi. Saat ditemukan, sambungnya, korban tewas dalam keadaan kaki gosong dan masih terlilit kawat. Menurutnya, kawat yang dialiri listrik itu berfungsi sebagai pengusir hama tikus yang saat ini menjadi musuh petani.

Setelah mendapatkan laporan itu, Polsek Delanggu langsung melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP). Aparat langsung mengamankan kawat dan lampu yang digunakan untuk jebakan listrik itu sebagai barang bukti. Jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk divisum. Korban diperkirakan berusia sekitar 70 tahun.

“Hasil visum menunjukkan korban tewas tersengat aliran listrik dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kapolsek Delanggu AKP Sutanto, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis. Pihaknya mengaku tidak menemukan identitas dari tubuh korban.

Dia juga belum bisa menyimpulkan korban tewas mengalami gangguan jiwa atau tidak. Namun, saat tewas, korban memang mengenakan pakaian yang compang-camping Masyarakat sekitar juga mengaku tidak mengenal sosok korban yang tewas itu.

Dia menyayangkan perbuatan masyarakat yang memilih menggunakan jebakan kawat listrik sebagai pengusir tikus. Padahal, jebakan itu memiliki risiko yang tinggi.

“Apalagi itu kawat terbuka yang dialiri listrik, sehingga sangat membahayakan keselamatan orang. Harga nyawa orang dengan padi mahal mana? Padi ada yang menjual tetapi nyawa tidak ada yang menjual,” jelasnya.

Sutanto mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kawat beraliran listrik sebagai pengusir tikus. Dia juga berharap kasus kematian akibat kawat beraliran listrik itu menjadi kasus yang terakhir.

Iklan Baris
  • Lowongan Karyawan

    CARI KARYAWAN Untuk Rumah Makan, Kirim Lamar Ke : Mie Ayam Surabaya Jl.Ir.Sukarno 8F Solo Baru (Seberang Toyot…

  • AYLA 2015

    AYLA X Manual’2015,Hitam,AD Asli,97Jt Nego:087836352908…

  • TARUNA CSX’2003

    TARUNA CSX’2003 Hitam Silver B Mulus Full Ori 085729703430…

  • SUZUKI PU’1983

    JUAL SUZUKI PU’1983 casis + mesin oke.kaleng.AD Karananyar. Harga: 13.5jt Hub:085100065102…

  • Grand Livina’2010

    GRAND LIVINA Istimewa.Manual SV’2010,Abu2.B,111jtNg:087812720838…

  • Lowongan ADM

    DICARI : ADMINISTRASI Gudang, Min SMK Akutansi, Wanita,Kirim Lamaran : Jl.Industri Kutu No.83,Telukan,Grogol,S…

  • GRAND MAX’2014

    GRAND MAX’2014 Box Almunium,Putih,Istimewa,Harga:75Juta/Nego Hub : 08121517888…

  • Lowongan Sales

    DIBUTUHKAN SALES Freelance,Fasilitas : Gaji & Uang Transport. Kirim Lamaran Lengkap ke : Bagian Sirkulasi…

Leave a Reply


PROMO SPESIAL
Hem Ron Kates
Hem Citra Budaya
Hem Parang Daun
Hem Sumping Hujan

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…

Switch to mobile version