Iih Sudah Dewasa Kok Masih Ngompol, Kenapa Ya?

JAKARTA-Inkontinensia atau ketidakmampuan menahan keinginan buang air kecil (mengompol), bisa sangat menganggu aktivitas. Bukan hanya lansia yang sering mengalami, tetapi juga orang-orang dengan kondisi tertentu. Apa sih penyebabnya?

Inkontinensia urine adalah pengeluaran urine di saat yang tidak diinginkan (mengompol) yang sulit dikendalikan dan sering mengakibatkan masalah gangguan kesehatan atau sosial.

Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan orang mengalami inkontinensia atau mengompol, seperti dilansir Onlymyhealth, Selasa (25/6/2013):

1. Inkontinensia stres

Inkontinensia stres adalah pengeluaran urine secara tidak terkontrol akibat peningkatan tekanan di dalam perut. Tekanan di dalam kandung kencing menjadi lebih besar daripada tekanan pada uretra yang dapat terjadi sewaktu batuk, mengejan, tertawa, bersin, berlari atau hal lain yang meningkatkan tekanan pada rongga perut.

Uretra yang merupakan tabung yang dilalui urine saat keluar dari tubuh mungkin tidak dapat tetap tertutup karena dua alasan:

- Otot panggul lemah atau rusak
- Urethral sphincter yang merupakan cincin otot yang membuat uretra tertutup rusak.

Anda dapat kehilangan kekuatan dalam uretra karena alasan berikut:

- Kerusakan saraf saat melahirkan
- Peningkatan tekanan pada perut, misalnya karena sedang hamil atau sangat gemuk
- Kurangnya hormon estrogen pada wanita (estrogen kurang diproduksi setelah menopause)
- Efek obat tertentu.

2. Inkontinensia tipe urge (desakan)

Urine keluar secara tidak terkontrol setelah didahului dengan dorongan yang kuat untuk berkemih (sensasi ingin pipis). Orang dengan gangguan ini bisa saja buang air kecil sebelum sampai ke toilet. Biasanya juga disertai keluhan sering berkemih di siang dan malam hari. Hal ini disebabkan oleh aktivitas otot destrusor yang berlebihan atau kontraksi kandung kemih yang tidak terkontrol.

Kondisi ini bisa terjadi karena kondisi berikut:

- Kondisi neurologis yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang, seperti penyakit Parkinson atau multiple sclerosis
- Kondisi yang mempengaruhi saluran kemih bawah (uretra dan kandung kemih), seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau tumor di dalam kandung kemih
- Terlalu banyak minum alkohol atau kafein
- Sembelit
- Obat tertentu.

3. Over flow inkontinensia

Terjadi apabila kandung kemih terlalu penuh dan sebagian urine keluar secara tidak terkontrol. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelemahan otot-otot kandung kemih atau sumbatan kandung kemih bagian bawah.

Kondisi ini bisa terjadi karena:

- Pembesaran kelenjar prostat pada pria
- Batu kandung kemih
- Sembelit

4. Inkontinensia total

Inkontinensia total terjadi ketika kandung kemih tidak dapat menyimpan urine sama sekali, yang menyebabkan orang mengompol terus-menerus. Hal ini dapat disebabkan oleh:

- Masalah kandung kemih sejak lahir
- Cedera tulang belakang yang dapat mengganggu sinyal saraf antara otak dan kandung kemih
- Bladder fistula, yang merupakan lubang seperti terowongan kecil yang dapat terbentuk antara kandung kemih dan daerah terdekat, seperti vagina, pada wanita.

(JIBI/Harian Jogja/Dtc)

Editor: | dalam: Kesehatan |

Bisnis Indonesia

Fatal error: Call to undefined method WP_Error::get_item_quantity() in /home/dotcom/www/solopos/elements/themes/terbaru/widget-bisnis.php on line 8