Perpusda Sragen Sasar Remaja, Wanita dan Pengusaha

Jumat, 21/6/2013
Pegawai Perpusda Kabupaten Sragen tengah mengikuti pelatihan advokasi dan mobilisasi sosial, Kamis (20/6/2013), di kantor setempat. (Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS) Pegawai Perpusda Kabupaten Sragen tengah mengikuti pelatihan advokasi dan mobilisasi sosial, Kamis (20/6/2013), di kantor setempat. (Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS)

SRAGEN--Bekerja sama dengan Coca-Cola Foundation, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sragen menyasar para remaja, wanita serta wirausaha sebagai target pengembangan IT daerah.

Kepala Perpusda Sragen, Tri Andiyas Woro Retno, dijumpai Solopos.com di kantornya, Kamis (20/6/2013), menjelaskan pengembangan IT untuk tiga komponen masyarakat itu dilakukan sebagai salah satu cara mewujudkan cita-cita perpusda menjadi pusat pembelajaran.  Masyarakat, terutama tiga komponen tersebut diharapkan bisa belajar banyak melalui pelayanan internet di Perpusda Sragen untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Belajar enggak harus melalui buku. Tapi ada media lainnya yang juga bagus untuk perkembangan seperti internet ini,” tandasnya.

Ke depan, Woro biasa ia dipanggil,  berharap semua masyarakat bisa memanfaat sarana pembelajaran dengan media internet.Tak hanya itu, melalui program ini ia berharap masyarakat memiliki grup diskusi di jejaring sosial untuk bisa mendukung pengembangan diri masing-masing.

“Kalau gudeg bisa dikemas dan dijual di luar negeri kenapa tumpang dan makanan lainnya enggak.  Lalu kalau perempuan, mereka biar bisa berdiskusi dengan perempuan lainnya sembari jadi ibu rumah tangga. Enggak harus selalu di rumah,” urainya.

Lebih lanjut, Woro, menambahkan perangkat komputer dan jaringan internet di Perpusda Sragen sementara ini memang baru sedikit, jumlahnya kurang dari sepuluh buah. Namun, ia terus mengusahakan penambahan seperangkat komputer dengan mengajukan bantuan ke sejumlah instansi di Sragen. “Kalau untuk memberikan satu set komputer ke perpustakaan desa belum. Ini sementara ke Perpusda Sragen dulu saja,” tambahnya.

Salah satu perwakilan dari Coca-Cola Foundation, Akhmad Mukhsin, Kamis, menjelaskan program pengembangan perpustakaan sudah dilakukan sejak 1,5 tahun lalu. Selain Sragen, terdapat sekitar 34 kabupaten kota lainnya yang diajak kerja sama serupa seperti Sukoharjo, Serang, Bengkulu Utara dan Sumatera. Bentuk kerjasamanya ialah mendukung pengembangan perpusda melalui pelatihan dan bantuan peralatan berupa seperangkat komputer sekaligus sambungan jaringan internet.

Akhmad menjelaskan Coca Cola Foundation sengaja menyasar remaja, wanita dan pengusaha sebagai target program mereka. Pasalnya, ketiga komponen tersebut dianggap yang paling rawan. Remaja misalnya, sebagai generasi muda tentunya wajib mengetahui informasi terkini agar menjadi generasi melek IT. Sementara pengusaha dan wanita juga dianggap wajib mengakses internet guna pengembangan diri mereka.