Pengguna kendaraan tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Dok/JIBI/SOLOPOS) Pengguna kendaraan tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 18 Juni 2013 11:53 WIB Avrilia Wahyuana/JIBI/SOLOPOS FM Dinamika 103,Solo Share :

KENAIKAN HARGA BBM
"Kenaikan Harusnya 15% Saja"


Pengguna kendaraan tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Hasil rapat paripurna DPR pada Senin (17/6/2013) malam, terkait perubahan APBN perubahan 2013 yang juga terdapat rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalamnya, dinilai belum memihak rakyat.  Hal ini karena besaran kenaikan BBM jenis solar dan premium yang mencapai 30% akan berdampak domino yang memberatkan rakyat.

Hal ini diungkapkan pengamat kebijakan publik, Andrinov Chaniago, dalam sesi Dinamika 103 SOLOPOS FM, Selasa (18/6/2013).

Menurutnya, menolak maupun menerima kenaikan harga BBM sama-sama tidak tepat. Harga BBM di Indonesia yang lebih rendah dari beberapa negara tetangga, berpotensi untuk diselewengkan, sehingga akibatnya terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU. Hal ini sangat terlihat dari antrian kendaraan di SPBU luar Jawa. Sehingga, kenaikan harga BBM memang perlu dilakukan.

“Kenaikan harga BBM perlu, tapi tidak drastis,” ungkap Andrinov.

Kenaikan sebesar 15% persen menurut Andrinov lebih tepat, dan tidak perlu ada kompensasi akibat kenaikan BBM. Andrinov menerangkan. Kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan juga beras bagi rakyat miskin, tidak menjadi solusi tepat dan rawan penyelewengan.

“BLT gagal pada 2005 karena angka kemiskinan pada 2006 meningkat. BLT pada 2008 juga tidak bisa disebut berhasil, karena bantuan itu tidak membentuk mental rakyat yang baik,” ujarnya.

Menurut Andrinov, besaran dana untuk kompensasi kenaikan BBM ini, sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkuat sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat. Masyarakat dari keluarga miskin yang berusia produktif, menurut Andrinov seharusnya dapat mengikuti pelatihan kerja gratis, sehingga mereka akan produktif.

lowongan kerja
lowongan kerja Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Administrasi

    LANGSUNG Kerja!!!! AKUR OPTIK BantuL dengan 13 Cab Membutuhkan Adminitrasi : – Berpengalaman Dalam Bidan…

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Investasi Hijau di Soloraya

Gagasan Solopos, Rabu (1/2/2017) I Gusti Putu Diva Awatara. Pengajar Program Magister Manajemen STIE AUB Solo. Beralamat email di gruppe_cemara@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO — Kunjungan Bupati Sukoharjo dan Bupati Karanganyar terkait pembelajaran pengelolaan sampah di Amerika Serikat pada akhir Desember 2016 lalu…