KENAIKAN HARGA BBM
Sosialisasi Kenaikan Mulai Beredar di SPBU di Soloraya

Spanduk sosialisasi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terpasang di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Sekarpace, Jebres, Solo, Jumat (14/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)Spanduk sosialisasi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terpasang di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Sekarpace, Jebres, Solo, Jumat (14/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)

SOLO – Sosialisasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai beredar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Solo. Sosialisasi disampaikan melalui pemasangan banner.

Dari pantauan Solopos.com, dalam banner tersebut berisi imbauan agar masyarakat memahami target dan tujuan adanya kenaikan harga BBM. “Ayo Dukung Penyesuaian Harga BBM Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Subsidi Tepat Sasaran.”  Di banner tersebut tertera bahwa sosialisasi itu disampaikan oleh Tim Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM.

Menurut Pemilik SPBU Bhayangkara, Ari Setionugroho, banner tersebut didrop dari Pertamina dan sudah terpasang sekitar empat hari.

Pengawas SPBU Sekarpace, Mulyanto, menyampaikan banner sosialisasi itu sudah dipasang sejak Rabu. Pemasangan banner itu merupakan kebijakan pemerintah melalui Pertamina dan SPBU sebagai operator tinggal melaksanakannya.

Ditanya mengenai kesiapan SPBU, Mulyanto menyebutkan bahwa mulai saat ini pihak SPBU sudah diminta menjaga stok dan menambah jumlah delivery order setiap akhir pekan. Bahkan, sesuai info yang dia terima, H-1 atau H-2 jelang kenaikan harga BBM, pembelian jeriken tidak dilayani meskipun bawa surat rekomendasi dari pemerintah daerah.

Saat ini, Mulyanto menjelaskan permintaan BBM masih stabil. Di Sekarpace konsumsi masih berkisar 16 kiloliter per hari untuk premium dan 8 kiloliter per hari untuk solar.

“Ada imbauan bahwa jelang hari libur SPBU diminta sediakan tambahan stok. Biasanya hari Sabtu-Minggu tidak ada delivery order, maka pada Jumat sudah menyiapkan penambahan delivery order,” kata Mulyanto, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2013).

Penambahan delivery order dilakukan mengingat adanya potensi kenaikan konsumsi BBM. Jumlah penambahan stok akan disesuaikan dengan kapasitas tangki pendam. Selain stok, pengamanan di SPBU juga bakal ditingkatkan.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »